Dua Sisi HMI, Antara Konstitusi dan Politik Internal PB HMI

Avatar
Ilustrasi antara konstitusi dan politik, foto: Istimewa

Wartacakrawala.com – Dinamika dalam suatu organisasi merupakan hal biasa yang perlu ada untuk merangsang jalannya organisasi. Namun dinimika kadang berlebihan dan sudah tidak sehat sehingga pengurus maupun anggota sudah mulai jenuh dalam berorganisasi.

HMI adalah salah satu organisasi mahasiswa tertua dan merupakan organisasi yang cukup seksi belakangan ini. Dalam struktural HMI dimulai dari Pengurus Besar, Badan Koordinasi, Cabang, Korkom dan Komisariat.

Pengambilan keputusan kadang menjadi dilema dikarenakan sudah tidak lagi melihat konstitusi akan tetapi melihat bagaimana kelompok itu diakomodir kepentingannya meski harus bertabrakan langsung dengan tembok besar yaitu konstitusi.

Diawal 2021 kemarin terjadi pengambilan keputusan tertinggi yaitu dinamakan Kongres, Kongres HMI yang Ke-XXXI melahirkan salah satu kader terbaik HMI Cabang Bulaksumur yaitu Kanda Raihan Ariatama. Kepemimpinan Ketum Raihan adalah kepemimpinan yang cukup baik dan punya visi yang sesuai dengan tantangan zaman hari ini.

Bukan hanya visi tapi juga perekrutan pengurus besar sudah sangat baik karena setiap badko ada perwakilan dan diharapkan setiap perwakilan akan selalu membawa aspirasi di tiap masing2 badko.

Baca juga: Calon Pemimpin HMI Jatim Dinilai Cacat Administrasi

Dalam mewakili aspirasi masing-masing badko tentu ada proses yang sudah mulai bergeser disitu, karena membawa aspirasi sudah tidak lagi melihat dan mendudukkan konstitusi tapi melihat bagaimana setiap kelompok diakomodir meski harus mengesampingkan konstitusi.

Hal ini banyak terjadi pada pengambilan keputusan di rapat-rapat yang diadakan oleh PB HMI baik pada penetapan cabang, pengawas musda badko maupun pada tahapan verifikasi kandidat musda badko.

Saya melihat bahwa adanya degradasi pengaplikasian konstitusi ditubuh HMI. Mengapa demikian? Karena dalam proses pengambilan keputusan sudah tidak lagi melihat konstitusi tapi melihat bagaimana kelompok tersebut terakomodir.

Jika ini terus-terusan dilakukan, berarti HMI hari ini sudah tidak menggunakan konstitusi sebagai landasan untuk menjalankan roda organisasi dan jika langkah tersebut dilakukan berarti ada sebuah langkah menghianati hasil kongres Surabaya dan produk hasil kongres Surabaya.

Saya berharap bahwa kedepan kerja-kerja organisasi perlu melakukan pendekatan kostitusi, harus objektif dan profesional karena ketika mengesampingkan konstitusi berarti tidak mengakui dan menghargai keputusan Hasil-hasil Kongres XXXI di Surabaya. (*)

*) Penulis: Ahmad Rifai, Fungsionaris PB HMI

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi Wartacakrawala.com

*)Opini di Wartacakrawala.com terbuka untuk umum

*)Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim

Total
25
Shares
25 Share
0 Tweet
0 Share
0 Share
0 Share
0 Share
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Calon Pemimpin HMI Jatim Dinilai Cacat Administrasi

Next Post

Kamu Harus Tahu, QR Code Peduli Lindungi Telah Terintegrasi dengan Sejumlah Aplikasi

Related Posts

Total
25
Share