KSM UNISMA Turut Serta Mensejahterakan Masyarakat Duwet Krajan Melalui Digital Marketing

Avatar
Mahasiswa KSM Unisma usai memberikan penyuluhan digital marketing

Wartacakrawala.com – Program Kandidat Sarjana Mengadi (KSM) merupakan kegiatan intrakulikuler yang dilaksanakan oleh Universitas Islam Malang (UNISMA) yang wajib ditempuh oleh mahasiswa semester akhir. Kegiatan KSM ini berbasis pada keilmuan dan domisili dengan harapan memberikan pembelajaran kepada mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari dan selanjutnya membantu memberikan solusi kepada masyarakat.

Dengan motivasi bahwa mahasiswa harus menjadi agent of change  maka kami sebagai bagian dari peserta KSM bersungguh-sungguh melaksankan kegiatan sesuai dengan program kerja yang telah direncanakan.

Mengawali kegiatan KSM mahasiswa memohon ijin sekaligus meminta arahan dari Kepala Desa Duwet Krajan dalam menyusun beberapa program kerja. Melalui koordinasi yang baik dengan Kepala Desa dan perangkatnya maka mahasiswa dapat menginventarisir permasalahan yang ada di desa, sehingga program kerja yang disusun sejalan dengan program desa yaitu mendorong warga desa untuk meningkatkan taraf ekonominya terutama  di era pandemi ini.

Desa Duwet Krajan merupakan salah satu dari 15 ( lima belas ) desa yang ada di kecamatan Tumpang kabupaten Malang. Desa ini merupakan desa agraris dan merupakan desa penghasil tanaman bambu sehingga salah satu mata pencahariannya sebagai pengrajin bambu.

Baca juga: BEM UBHI dan PMT Jatim Bersinergi dengan Polres Tulungagung Selenggarakan Vaksinasi

Kerajinan bambu dalam bentuk anyaman besek, tempat parcel, tempat tisu, peci, tempeh dan lainnya  tersebut diproduksi dan dikelola sendiri oleh masyarakat sudah sejak tahun 1980. Sayangnya potensi yang bagus tersebut  masih menggunakan model-model  pemasaran konvensional yaitu dengan menunggu pesanan sehingga target pasar kerajinan bambu tersebut jauh dari harapan.

Berdasarkan permasalahan sempitnya pemasaran tersebut maka kami didampingi oleh dosen pembimbing lapanagan ( DPL ), Eny Zuhrotin Nasyi’ah., SE, MAK, CPA melakukan sosialisasi dan pelatihan tentang digital marketing kepada pengrajin dengan tujuan memperluas pasar  dan selanjutnya dapat meningkatkan perekonomian warga masyarakat.

“Pengenalan marketplace melalui sosialisasi kepada para penjual atau pengusaha kerajinan bambu kami lakukan secara door to door dengan tetap memenuhi protokol kesehatan (PROKES),” ujar salah satu anggota KSM.

Mahasiswa mengajarkan tata cara penggunaan marketplace Shopee, mulai dari membuka aplikasi pada smartphone, membuat akun, membuat profil toko dan mencantumkan rekening bank.

“Pada awalnya pengrajin merasa canggung dan kurang berminat karena merasa kesulitan,  namun kami mendampingi secara intensif sampai berhasil laku barangnya sehingga akhirnya para pengrajin merespon positif dan bersemangat untuk terus belajar menggunakan aplikasi Shopee,” terangnya.

Harapan selanjutnya dalam jangka pendek penggunaan aplikasi marketplace ini warga desa dapat meningkat pendapatannya sehingga membantu meringankan beban ekonomi yang dialami dan dalam jangka panjang kesejahteraan warga desa dapat meningkat secara keseluruhan. (*)

Total
2
Shares
2 Share
0 Tweet
0 Share
0 Share
0 Share
0 Share
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

BEM UBHI dan PMT Jatim Bersinergi dengan Polres Tulungagung Selenggarakan Vaksinasi

Next Post

Dukung Penanganan Pandemi, Mahasiswa KKN Uin Walisongo Bagikan Masker

Related Posts
Total
2
Share