Cegah Paham Radikalisme, Mahasiswa UIN Walisongo Gelar Webinar Nasional Moderasi Beragama

Shofy Maulidya Fatihah
Poster Webinar Nasional Moderasi Beragama yang diselenggarakan KKN UIN Walisongo Semarang

Wartacakrawala.com – Dalam beberapa waktu terakhir ini, banyak terjadi tindakan kekerasan yang mengatasnamakan agama (khususnya Islam).

Aksi-aksi dari kelompok radikal terus berlangsung beserta propagandanya, padahal secara moral agama manapun tidak pernah mengajarkan umatnya untuk melakukan kekerasan.

Berbagai kasus penyebaran paham radikalisme telah berlangsung sejak lama. Tidak hanya di kota-kota besar bahkan di desa-desa terpencil juga marak kelompok radikal yang mendoktrin ajarannya ke lembaga pendidikan dan masyarakat.

Baca juga: Potret Giat Mahasiswa UIN Walisongo di Bank Sampah Melati

Propaganda radikalisme bisa menyerang siapa saja, baik orang dewasa maupun anak-anak sekolah. Oleh karena itu, perlu upaya dan kewaspadaan untuk menangkal serta mencegah paham radikalisme masuk ke Lembaga Pendidikan dan masyarakat.

Melihat hal itu, mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Kelompok 123 mengadakan Webinar Nasional Moderasi Beragama dengan mengusung tema “Moderasi Beragama Dalam pencegahan paham radikalisme di Ranah Pendidikan” pada Hari Minggu (10/11).

Webinar Nasional ini diikuti oleh 70 peserta. Dengan mendatangkan narasumber dari Kakanwil Sumatera Selatan yakni Dr. H. Muhammad Ali, S.Ag, M.Pd.I selaku Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sumatera Selatan.

Selama berlangsungnya acara, Muhammad Ali mengatakan bahwa moderasi adalah sikap keberagaman terbaik. Sedangkan moderasi beragama adalah suatu moderat yang berimplikasi terhadap toleransi.

Baca juga: Peduli Pendidikan Islami, Mahasiswa KKN Bersama Santri Adakan Pelatihan Rebana

Sehingga hakikatnya itu membuat orang dalam beragama tidak terlalu serius, tidak teguh memegang keimanannya, bahkan tidak mempunyai rasa kepedulian terhadap komunitas agama atau kepada simbol-simbol agama yang dilecehkan dan direndahkan.

“Moderasi beragama itu adalah upaya kita bersama bagaimana membuat moderat yang tidak berlebih-lebihan, tidak ekstrem dalam beragama. Jadi yang bermoderasi itu cara kita beragama yang perlu kita pahami,” terangnya.

Moderasi beragama dalam kehidupan bermasyarakat sangatlah penting, karena mengajarkan agama yang ramah, toleran dan menghargai keberagaman.

Sehingga diperlukan implementasi moderasi beragama agar tercipta kehidupan masyarakat yang tentram dan damai dengan saling menghargai perbedaan kepercayaan satu sama lain. (*)

Total
0
Shares
0 Share
0 Tweet
0 Share
0 Share
0 Share
0 Share
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Potret Giat Mahasiswa UIN Walisongo di Bank Sampah Melati

Next Post

Tim PHP2D UNNES Lakukan Launching dan Expo Bunga.id

Related Posts
Total
0
Share