Nama Sering Dicatut, Gus Mus Ingatkan Pentingnya Tabayun

Shofy Maulidya Fatihah
KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus)

Wartacakrawala.com – Nama KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus kerap kali dicatut pada tulisan-tulisan tertentu. Padahal, tulisan tersebut bukanlah buah pikir sosok Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama itu. Saking seringnya, ia mengaku lelah mengklarifikasinya.

“Aku sendiri (dan anak-anakku) capek mengklarifikasi bila ada tulisan atau ujaran yang mengatasnamakan diriku,” tulis Gus Mus itu lewat instagram-nya, Selasa (1/12).

Namun, beberapa yang sudah hafal bahasa tulisan yang digunakannya, biasanya mengklarifikasi kepadanya secara langsung, atau melalui putra-putrinya.

“Kecuali mereka yang sudah hafal ‘bahasa’ku, banyak yang justru tabayyun menanyakan kepadaku atau anak-anakku. Kok tidak (s)ejak awal bertanya atau tabayun kepada yang mengirim atau pihak dari mana mereka mendapatkannya,” lanjutnya.

Baca juga: Aktivitas Vulkanologi Meningkat, Pendakian Gunung Semeru Ditutup

Pasalnya, ia mengungkapkan tak sedikit orang yang lekas-lekas membagikan apa yang mereka terima dan cocok dengannya tanpa mengklarifikasi kepada pengirimnya. “Banyak orang yang kalau menemu atau mendapatkan sesuatu (dari WA atau medsos) yang ‘menarik hati’nya, langsung dishare, tanpa tabayyun kepada yang mengiriminya,” tulisnya.

Pernyataan tersebut dilatarbelakangi pengulangan kejadian serupa. Ada sebuah surat yang mencatut namanya, seolah-olah surat tersebut ditulis olehnya.

“Seperti baru-baru ini, aku kebanjiran pertanyaan tentang adanya ‘surat’ yang ‘ditandatangani oleh KH. MUSTOFA BISRI’ yang ternyata itu bermula dari postingan orang Sidoarjo di Facebook. Lalu entah dengan alasan apa, ada yang mencantumkan namaku disitu (dan 😅 kelupaan menghapus tulisan Sidoarjo-nya),” pungkasnya. (*)

Total
2
Shares
2 Share
0 Tweet
0 Share
0 Share
0 Share
0 Share
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Peringatan Hari AIDS 2020 di Tengah Situasi Pandemi COVID-19, Sebuah Refleksi Menuju Zero AIDS 2030

Next Post

Pendampingan Belajar Siswa SD dengan Memanfaatkan Media Padlet

Related Posts

Total
2
Share