Perbedaaan Jalur Masuk Perguruan Tinggi, Yuk Pahami Agar Tak Salah

Avatar
Ilustrasi perbedaan jalur masuk perguruan tinggi, foto: kompas.com, dokumen UB

Wartacakrawala.com – Dalam beberapa bulan lagi, seleksi mahasiswa baru siap dibuka. Tidak hanya perguruan tinggi, sekolah kedinasan pun siap dibuka.

Tetapi, tahukah kamu ada 8 jalur masuk ke jenjang perguruan tinggi? Tentu kamu harus tahu apa saja jalur masuk yang ada. Hal ini, untuk membantu kamu mempersiapkan diri lebih awal dan memahami alur seleksi yang ada.

Dilansir dari laman Ruangguru, berikut 8 jalur masuk bagi kamu yang siap masuk ke jenjang berikutnya.

1. SNMPTN
SNMPTN merupakan singkatan dari Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri. Jalur ini menyeleksi calon mahasiswa berdasarkan prestasi dan portofolio akademik.

Penilaiannya dilihat dari kompetensi sekolah dan prestasi siswanya, di antaranya akreditasi sekolah, nilai rapor, dan persyaratan lain berdasarkan PTN yang dipilih.

Untuk SNMPTN, minimal kuota di setiap PTN adalah 20 persen dari kuota mahasiswa baru yang disediakan.

Untuk sekolah yang ingin mengikutsertakan siswanya di jalur SNMPTN, terdapat beberapa persyaratan yang ditentukan berdasarkan akreditasi sekolah, yaitu:

Sekolah akreditasi A, siswa yang bisa mengikuti SNMPTN adalah 40 persen terbaik di sekolahnya.

Sekolah akreditasi B, siswa yang bisa mengikuti SNMPTN adalah 25 persen terbaik di sekolahnya.

Sekolah akreditasi C, siswa yang bisa mengikuti SNMPTN adalah 5 persen terbaik di sekolahnya

Di jalur SNMPTN, setiap siswa diperbolehkan memilih 2 prodi dari 1 PTN atau 2 PTN. Disarankan tidak boleh lintas minat. Biasanya untuk jalur SNMPTN, proses seleksi dilakukan sekitar bulan Januari–Februari.

2. UTBK SBMPTN
SBMPTN merupakan singkatan dari Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri. Tesnya, mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Skor UTBK menjadi syarat wajib untuk mendaftar ke SBMPTN.

Untuk UTBK SBMPTN setiap PTN perlu menyediakan minimal 40 persen dari kuota mahasiswa baru yang disediakan.

Penyeleksiannya pun dilakukan dengan melihat hasil UTBK dan kriteria lain yang ditetapkan oleh PTN.

Pada jalur UTBK SBMPTN, kamu diperbolehkan memilih 2 prodi dari 1 PTN atau 2 PTN. Untuk kamu yang mengambil IPC, kamu bisa memilih 3 jurusan.

Untuk materi ujian, ada Tes Potensi Skolastik (TPS): Penalaran Umum, Pemahaman Bacaan dan Menulis, Pengetahuan dan Pemahaman Umum, dan Pengetahuan Kuantitatif.

TKA Saintek: Matematika IPA, Fisika, Kimia, Biologi

TKA Soshum: Ekonomi, Geografi, Sosiologi, Sejarah

Proses penerimaan melalui jalur UTBK SBMPTN kemungkinan akan dilakukan di sekitar bulan Mei–Juni.

Baca juga: Agar Sekolah Tatap Muka Aman, Satgas Covid19 Sarankan 3 Hal ini

3. Seleksi Mandiri
Jalur ini diatur dan ditetapkan oleh masing-masing PTN secara independen. Seperti SIMAK UI, UM UGM, SMUP Unpad, dan sebagainya.

Proses seleksi pada jalur mandiri ini akan berbeda-beda untuk setiap PTN. Kamu harus mencari tahu lebih detail di website resmi PTN. Beberapa PTN ada yang menggunakan ujian tulis untuk proses seleksi.

Namun, ada juga PTN yang membuka seleksi tanpa tes lagi dan hanya melihat nilai UTBK dari calon mahasiswa. Kuota yang disediakan mencapai maksimum 30 persen dari keseluruhan kuota daya tampung PTN.

4. SNMPN
SNMPN atau Seleksi Nasional Masuk Politeknik Negeri adalah seleksi jalur undangan khusus untuk kamu yang ingin melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi bidang vokasi atau politeknik dan politani di seluruh Indonesia.

SNMPN diikuti oleh seluruh politeknik negeri yang tersebar di Indonesia. Seleksi ini dapat diikuti oleh siswa SMK/SMA/MAK berdasarkan nilai dan prestasi akademik. Jalur ini dapat diikuti oleh sekolah yang sudah menerima undangan maupun belum.

Setiap politeknik menawarkan berbagai program studi dari beberapa rumpun ilmu, antara lain Administrasi, Kesehatan, Kemaritiman, Multimedia, Pariwisata, Pertanian, dan Teknik. Setiap rumpun ini dibagi menjadi beberapa jurusan.

Untuk jalur SNMPN, kamu diperbolehkan untuk memilih maksimal 3 jurusan di 2 politeknik yang berbeda. Proses pendaftaran SNMPN biasanya dimulai pada bulan Januari-Maret.

5. Ujian Masuk Sekolah Tinggi Kedinasan
Sekolah Tinggi Kedinasan merupakan perguruan tinggi yang berada langsung di bawah kementerian atau lembaga pemerintahan.

Lulusan Sekolah Kedinasan bisa langsung bekerja dan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Proses seleksinya berbeda antar institusi. Ada beberapa tahapan seleksi yang biasanya harus kamu ikuti antara lain:

Tes Kemampuan Akademik (TPA): tes numerik (angka), tes logika, tes spasial (gambar ruang)

Tes Kemampuan Dasar (TKD): Tes Wawasan Kebangsaan, Tes Intelegensi Umum, Tes Karakteristik Pribadi

Tes Kemampuan Bidang (TKB): ujian tulis, tes psikologi lanjutan, ujian praktik untuk bidang tertentu

Tes Kesehatan

Psikotes

Wawancara

Tes Kesamaptaan: tes fisik untuk sekolah kedinasan dengan sistem pendidikan semi militer

Daftar Sekolah Tinggi Kedinasan

Institut Pemerintahan Dalam Negeri

Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip)

Politeknik Imigrasi (Poltekim)

Politeknik Statistika (STIS)

Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN)

Politeknik Keuangan Negara-Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (PKN-STAN)

Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG)

Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN)

Perkiraan Jadwal Pendaftaran
Setiap tahunnya proses penerimaan untuk sekolah tinggi Kedinasan dimulai di waktu yang berbeda-beda.

Biasanya, proses seleksi dimulai pada sekitar bulan April dan selesai di bulan Agustus atau September.

Baca juga: Ini Dia 15 Jurusan Kuliah yang Cocok untuk Anak IPS, Pilih yang Mana?

6. Seleksi PTKIN (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri)
PTKIN atau Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri, merupakan sebutan untuk beberapa kampus yang berada di bawah naungan dari Kementerian Agama RI. Perguruan tinggi tersebut terbagi menjadi tiga kategori kampus:

UIN atau Universitas Islam Negeri

IAIN atau Institut Agama Islam Negeri

STAIN atau Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri

Jalur masuk Seleksi PTKIN dibagi menjadi dua. Antara lain:

SPAN-PTKIN

SPAN-PTKIN adalah Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri. Jalur masuk ini diselenggarakan oleh Panitia Pelaksana khusus yang ditunjuk oleh Kementerian Agama RI.

Serupa dengan SNMPTN, penilaian seleksi jalur masuk SPAN-PTKIN didasarkan pada nilai rapor dan prestasi akademik lainnya, bukan melalui jalur ujian tertulis.

Siapa yang berhak mengikuti jalur SPAN-PTKIN? Semua siswa yang didaftarkan oleh sekolah atau madrasah masing-masing.

Kamu perlu memastikan, apakah sekolahmu telah izin sah dari pemerintah untuk mendaftarkannya siswanya atau tidak? Nantinya, pendaftaran siswa akan dilakukan melalui Pangkalan Data Siswa Sekolah (PDSS).

UM-PTKIN
Jika SPAN-PTKIN dilakukan melalui PPDS, jalur seleksi Ujian Mandiri ini menggunakan Sistem Seleksi Elektronik (SSE) atau menggunakan komputer.

Calon mahasiswa yang diperbolehkan mengikuti jalur seleksi UM-PTKIN adalah mereka yang lulus maksimal tiga tahun lalu. Misal, UM-PTKIN 2021 memperbolehkan siswa yang lulus pada tahun 2019, 2020, dan 2021 untuk mengikuti tes ini. Adapun perbedaan materi yang diujikan pada UM-PTKIN, yaitu:

Tes Kemampuan Dasar – TKD (Tes Potensi Akademik, Bahasa, Keislaman)

Tes Kemampuan Bidang IPA

Tes Kemampuan Bidang IPS

Perlu diperhatikan, bahwa TKD Kemahiran Bahasa akan menguji pengetahuan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.

Sementara itu, materi ujian Pengetahuan Keislaman mencakup Akidah-Akhlak, Sejarah Kebudayaan Islam, dan Fiqh. Untuk UM-PTKIN, berikut adalah materi yang akan diujikan:

Tes Kemampuan Dasar – TKD (Tes Potensi Akademik, Bahasa, Keislaman)

Tes Kemampuan Bidang IPA

Tes Kemampuan Bidang IPS

Proses seleksi SPAN-PTKIN biasanya dimulai pada bulan Januari. Sementara itu, untuk proses pendaftaran UM-PTKIN, biasanya dimulai sekitar bulan April.

7. SMMPTN Barat
SMMPTN-Barat adalah seleksi calon mahasiswa baru jalur mandiri yang dilakukan secara serentak di antara perguruan tinggi negeri yang tergabung dalam BKS-PTN Indonesia Wilayah Barat.

Kamu dapat memilih sebanyak-banyaknya 2 pilihan program studi di 1 PTN atau lebih. PTN pilihan pertama tidak harus menjadi lokasi kamu mengikuti ujian tulis. Ingat, urutan pilihan program studi menyatakan prioritas pilihan.

Jenis ujian SMMPTN-Barat dibagi menjadi dua, yaitu:

Saintek: TPS dan TKA Saintek (Matematika IPA, Fisika, Kimia, Biologi)

Soshum: TPS dan TKA Soshum (Geografi, Sejarah, Sosiologi, dan Ekonomi)

Proses penerimaan melalui jalur

SMMPTN-Barat kemungkinan akan dilakukan di sekitar bulan Mei–Juli.

8. Seleksi Mandiri Perguruan Tinggi Swasta
Selain PTN, Sekolah Kedinasan, dan Politenik, tentu kamu nggak bisa melewatkan Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

Banyak sekali PTS dengan standar internasional yang menawarkan program perkuliahan yang menarik.

Untuk masuk ke PTS tujuan, kamu harus mencari informasi ke masing-masing PTS yang dituju. Sebab setiap PTS memiliki ketentuan dan persyaratan yang berbeda-beda.

Biasanya ada beberapa jalur masuk yang disediakan, seperti seleksi tanpa tes (nilai rapor atau prestasi lainnya), seleksi dengan tes tulis, seleksi nilai UTBK, dan seleksi wawancara. (*)

Total
1
Shares
1 Share
0 Tweet
0 Share
0 Share
0 Share
0 Share
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post
Aisyatir Rodliyah Bahtiar sebagai Ketua Korps PMII Putri (Kopri) Kota Malang masa khidmat 2021-2022.

Sikap Resmi KOPRI PMII Kota Malang Tanggapi Kasus Kekerasan Seksual dan Penganiayaan Dilingkungan Pendidikan

Next Post

Refleksi Hari Guru Nasional, Mahasiswa Kampus Mengajar Angkatan 2 Helat Upacara

Related Posts

Total
1
Share