TWK Pegawai KPK dan Respon Masyarakat tentang Isu Pelemahan KPK

Shofy Maulidya Fatihah
Raffi Syahrefa, Mahasiswa Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang

Wartacakrawala.com – Tes wawasan kebangsaan (TWK) sebagai bentuk pelemahan KPK. Tes wawasan kebangsaan merupakan proses dari alih status pegawai KPK menjadi aparatur sipil negara(ASN). Menurut Firli Bahuri sebagai ketua KPK pegawai KPK yang tidak lulus dari tes ini diminta untuk menyerahkan tugas dan tanggungjawabnya kepada pimpinan masing-masing. Namun yang menjadi sorotan adalah isi dari tes wawasan kebangsaan (TWK) yangvtidak sama sekali menyinggung masalah pemberantasan korupsi. Mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto pertanyaan yang diajukan yakni soal pacaran, hasrat hingga poligami. Salah satu pegawai kppk juga mengaku tentang soal-soal dalam tes wawasan kebangsaan (TWK) yang berabu isu radikalisme hingga LGBT. Dari 1.349 pegawai KPK 75 pegawai KPK dinyatakan tidak lulus dalam tes wawasan kebangsaan (TWK).

Sebelumnya, Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar- Komisi dan Instansi (PJKAKI) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Sujanarko menuturkan bahwa sejak awal tes wawasan kebangsaan (TWK) ini tidak digunakan sebagai alat untik memeberhentikan pegawai. Dari 75 pegawai KPK yang dinyatakan tidak lulus dalam tes wawasan kebangsaan (TWK) terdapat nama Novel Baswedan yang memiliki track record sangat baik dalam kasus korupsi yang pernah ia tangani. Pegawai KPK yang dinyatakan tidak lulus melaporkan kepada KOMNAS HAM atas (ASN). Padahal Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa tes wawasan kebangsaan ini tidak dapat dijadikan dasar untuk memberhentikan pegawai. Ini dapat menimbulkan persepsi dimasyarakat bahwa adanya bentuk pelemahan KPK sebagai lembaga yang independen dan hasil dari anak kandung reformasi.

Berani, jujur pecat! Slogan ini muncul pada Senin (28/06/2021) di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ini merupakan aksi dari Greenpeace Indonesia dalam merespon berbagai isu yang terkait pemberantasan korupsi. Ada juga tulisan yang berasal dari laser berwarna merah dengan slogan mosi tidak percaya dan save KPK. Disini masyarakat memiliki peranan untuk ikut andil dalam segala bentuk pemberantsan korupsi yang sudah merajalela di Indonesia. Lalu juga ada film Ronde Terkahir Melawan Korupsi THE END GAME a documentary film garapan rumah produksi Watchdoc Documnetary yang resmi diputar sejak 5 Juni 2021 lalu. Antusias masyarakat sangat baik menanggapi film ini dan masyarakat banyak menggelar nonton bareng diberbagai daerah.

Baca juga: Pentingnya Pendidikan Anti Korupsi dalam Menumbuhkan Kesadaran Hukum

Film ini membongkar “kebobrokan” lembaga hasil anak kandung reformasi banyak mengalami teror. Film yang bergenre documenter tersebut menyuarakan aspirasi dari para pegawai KPK yang tersingkir karena tes wawasan kebangsaan (TWK) sebagai tes alih fungsi dari pegawai KPK menjadi aparatur sipil negara (ASN). Uniknya dari pegawai yang dinyatakan tidak lulus dari tes wawasan kebangsaan ini merupakan mereka yang tengah menangani kasus-kasus besar seperti kasus korupsi bansos, kasus simulator SIM lalu kasus dugaan suap yang melibatkan anggota DPR yaitu Harun Masiku. Film yang berdurasi kurang lebih dua jam ini mengungkapkan kesaksian 16 dari 51 pegawai yang dinonaktifkan, mereka memberikan kesaksian bahwa tes wawasan kebangsaan ini dinilai diskriminatif dan tidak masuk akal.

Menurut Dandy Laksono sebagai pendiri Watch Docmentary ia mendapat banyak undangan untuk menhadiri acara nobar atau nonton bareng film tersebut. Dari acara-acara nobar tersebut mereka para peserta dan panitian mendapati terror contohnya penyebaran data pribadi, food bombing melalui aplikasi online sehingga menimbulkan kerugian. Lalu akum Watchdoc pun juga ikut terkena terror perubahan nama akun instagram pembuat film ini menjadi watchwathcwatchhehe lalu juga unggahan akun Instagram juga di hapus, akun twitter pun juga sempat diretas oleh pihak tidak bertangung jawab.

Dapat dibandingkan bagaimana teror-teror seperti diatas dapat terjadi di setiap negara yang memiliki cita-cita untik memberantas korupsi. ICAC adalah Lembaga pemberantasan korupsi independent yang telah menjadi rujukan bagi banyak negara di dunia sebagai percontohan Lembaga antikorupsi efektif. Sebelumnya Hongkong sangat terkenal dengan angka kasus korupsinya tertinggi. Lembaga ini juga mendapat terror seperti ribuan anggota polisi melalukan perlawanan balik kepada ICAC karena menangkap ratusan polisi yang diduga melakukan korupsi. Juga ada di Singapura, Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC) dimana anggota nya ditembak oleh polisi karena menangani kasus korupsi yang dilakukan oleh anggota polisi.

Diatas merupakan lika-liku yang dihadapi oleh pegawai KPK yang dinonaktifkan karena tes wawasan kebangsaan yang sangat tidak objektif dari mulai isi-isi soal didalamnya serta pelaksanaannya yang terkesan buru-buru dan hasil disahkan nya UU KPK yang telah mendapat banyak penolakan namun tetap disahkan. Lalu andil masyarakat dan berbagai lembaga serta organisasi untuk menyelamatkan lembaga KPK sebagai hasil anak kandung reformasi untuk mewujudkan cita-cita masyarakat untuk memberantas segala bentuk korupsi hingga akar-akarnya yang telah diperjuangkan para pendahulu kita sebagai mahasiswa dan masyarakat pada 1998 silam.

*)Penulis : Raffi Syahrefa, Mahasiswa Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi Wartacakrawala.com

*)Opini di Wartacakrawala.com terbuka untuk umum

*)Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim

Total
0
Shares
0 Share
0 Tweet
0 Share
0 Share
0 Share
0 Share
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Pentingnya Pendidikan Anti Korupsi dalam Menumbuhkan Kesadaran Hukum

Next Post

Cegah Pelemahan KPK, Tingkatkan Kerja Sama dengan ICAC Hong Kong

Related Posts
Total
0
Share