vivo Y51
📖 Daftar Isi
Spesifikasi Lengkap vivo Y51
Vivo Y51 merupakan smartphone kelas menengah yang diperkenalkan vivo Indonesia pada akhir 2020. Perangkat ini mulai diperkenalkan pada 3 Desember 2020 dengan membawa kombinasi spesifikasi yang cukup kompetitif untuk kelas harga Rp3 jutaan pada masanya.
Salah satu hal yang membuat Vivo Y51 menarik ketika pertama kali hadir adalah konfigurasi memorinya. Smartphone ini membawa RAM 8GB dan penyimpanan internal 128GB. Untuk sebuah smartphone kelas menengah pada akhir 2020, kapasitas tersebut sudah memberikan ruang yang cukup lega untuk aplikasi, foto, video, dan berbagai kebutuhan sehari-hari.
Di sektor performa, Vivo Y51 mengandalkan Qualcomm Snapdragon 665 dengan GPU Adreno 610. Sementara untuk fotografi, smartphone ini menggunakan kamera utama 48MP yang ditemani kamera ultrawide 8MP dan kamera macro 2MP. Kapasitas baterainya mencapai 5000mAh dan didukung pengisian cepat 18W.
Jika dinilai berdasarkan standar ketika diluncurkan, kombinasi tersebut membuat Vivo Y51 menjadi smartphone yang cukup lengkap. Namun, penilaian pada 2026 tentu harus lebih realistis. Snapdragon 665 sudah termasuk chipset lama, layar masih 60Hz, konektivitas hanya 4G, dan teknologi pengisian daya 18W juga sudah tertinggal dibanding banyak smartphone generasi baru.
Karena itu, Vivo Y51 saat ini lebih menarik bagi pengguna yang mencari smartphone bekas dengan RAM besar dan harga terjangkau daripada pengguna yang menginginkan performa modern dan fitur smartphone terbaru.
Desain dan Build Quality
Secara desain, Vivo Y51 menggunakan pendekatan yang cukup umum untuk smartphone kelas menengah pada 2020. Bodinya memiliki dimensi 163,86 × 75,32 × 8,38 mm dengan bobot sekitar 188 gram.
Ukuran tersebut membuat Vivo Y51 terasa cukup besar ketika digunakan, tetapi masih relatif nyaman untuk aktivitas harian. Layar 6,58 inci juga membuat dimensi keseluruhan perangkat terasa proporsional untuk konsumsi multimedia.
Bagian belakang menggunakan material plastik dengan finishing yang dibuat menyerupai kaca. Frame juga menggunakan material plastik. Vivo menyediakan dua pilihan warna untuk pasar Indonesia, yaitu Titanium Sapphire dan Crystal Symphony.
Finishing bagian belakang mampu menghasilkan efek pantulan cahaya sehingga perangkat terlihat lebih premium daripada material sebenarnya. Ini menjadi salah satu pendekatan desain yang cukup populer pada smartphone kelas menengah di era tersebut.
Sensor fingerprint ditempatkan di bagian samping. Posisi ini cukup praktis karena berada di area yang mudah dijangkau jari ketika pengguna memegang smartphone secara normal.
Vivo Y51 tidak memiliki sertifikasi IP resmi untuk ketahanan terhadap air dan debu. Karena itu, perangkat sebaiknya tidak diperlakukan sebagai smartphone tahan air.
Untuk standar 2020, desain Vivo Y51 masih terlihat menarik. Namun, jika dibandingkan dengan smartphone kelas menengah 2026, penggunaan material plastik dan absennya sertifikasi ketahanan air membuatnya terlihat lebih sederhana.
Layar Vivo Y51

Vivo Y51 menggunakan panel IPS LCD berukuran 6,58 inci dengan resolusi 2408 × 1080 piksel atau FHD+. Resolusi ini menghasilkan tampilan yang cukup tajam untuk berbagai aktivitas seperti membaca artikel, melihat foto, browsing, menonton video, dan bermain game.
Layar menggunakan desain waterdrop notch sebagai tempat kamera depan 16MP. Dengan ukuran 6,58 inci, area tampilannya cukup luas sehingga nyaman digunakan untuk menikmati konten multimedia.
Refresh rate layar masih berada pada 60Hz. Pada tahun 2020 angka tersebut masih sangat umum, tetapi pada 2026 pengguna sudah semakin mudah menemukan smartphone dengan refresh rate 90Hz atau 120Hz.
Perbedaan tersebut akan terasa ketika melakukan scrolling halaman, berpindah menu, atau menjalankan animasi antarmuka. Layar 60Hz pada Vivo Y51 tetap berfungsi dengan baik, tetapi tidak menawarkan tingkat kelancaran visual seperti panel dengan refresh rate lebih tinggi.
Panel IPS LCD juga memiliki karakter yang berbeda dengan AMOLED. Vivo Y51 masih mampu memberikan tampilan yang cukup baik untuk penggunaan harian, tetapi warna hitam dan tingkat kontrasnya tidak akan sedalam panel AMOLED.
Vivo juga tidak mencantumkan jenis perlindungan kaca layar secara jelas. Karena itu, tidak tepat menyebut perangkat ini menggunakan Gorilla Glass versi tertentu tanpa informasi resmi yang mendukungnya.
Performa dan Hardware
Vivo Y51 menggunakan Qualcomm Snapdragon 665 sebagai dapur pacu. Chipset ini diproduksi menggunakan proses fabrikasi 11nm dan memiliki konfigurasi CPU octa-core.
CPU tersebut terdiri dari empat core Kryo 260 Gold dengan kecepatan hingga 2,0GHz dan empat Kryo 260 Silver dengan kecepatan hingga 1,8GHz. Pengolahan grafis dipercayakan kepada GPU Adreno 610.
Pada masa peluncurannya, Snapdragon 665 merupakan chipset kelas menengah yang cukup populer. Performanya masih memadai untuk menjalankan aplikasi seperti WhatsApp, Instagram, Facebook, browser, YouTube, layanan streaming, dan aplikasi produktivitas.
Vivo Y51 juga mempunyai keuntungan dari RAM 8GB. Kapasitas RAM ini cukup membantu ketika pengguna membuka beberapa aplikasi secara bergantian.
Untuk benchmark, hasil pengujian Vivo Y51 dapat berbeda tergantung versi aplikasi dan kondisi perangkat. AnTuTu dapat berada di kisaran sekitar 165 ribu hingga lebih dari 200 ribu. Geekbench 5 berada di kisaran sekitar 315 poin untuk single-core dan sekitar 1.400 poin untuk multi-core.
Angka tersebut sebaiknya tidak dianggap sebagai skor mutlak karena benchmark dipengaruhi versi aplikasi, temperatur perangkat, kondisi baterai, aplikasi yang berjalan di background, dan metode pengujian.
Untuk gaming, Vivo Y51 masih cukup digunakan untuk game seperti Mobile Legends dan Free Fire dengan pengaturan grafis yang disesuaikan.
Game yang lebih berat seperti PUBG Mobile dan Call of Duty Mobile masih dapat dimainkan, tetapi pengguna sebaiknya menggunakan pengaturan grafis rendah hingga menengah untuk menjaga frame rate tetap lebih stabil.
Keterbatasan Snapdragon 665 akan semakin terlihat ketika menjalankan game modern dengan kebutuhan grafis tinggi. GPU Adreno 610 sudah jauh tertinggal dari GPU yang digunakan chipset kelas menengah generasi terbaru.
Dengan demikian, RAM 8GB memang membantu multitasking, tetapi kapasitas RAM besar tidak dapat menggantikan kemampuan CPU dan GPU ketika menjalankan pekerjaan berat.
Kamera Vivo Y51
Vivo Y51 membawa konfigurasi tiga kamera belakang yang terdiri dari kamera utama 48MP, kamera ultrawide 8MP, dan kamera macro 2MP.
Kamera utama menggunakan aperture f/1.79 dan mendukung PDAF. Kamera ini menjadi kamera yang paling sering digunakan karena mempunyai sensor dengan resolusi tinggi dan kemampuan menangkap detail yang lebih baik dibanding kamera tambahan.
Dalam kondisi pencahayaan yang cukup, kamera utama dapat menghasilkan foto dengan detail yang baik untuk kebutuhan dokumentasi dan media sosial.
Teknologi pixel binning juga menjadi bagian penting dari kamera smartphone 48MP pada generasi tersebut. Kamera 48MP tidak selalu harus digunakan dalam mode resolusi penuh. Pemrosesan gambar dapat menggabungkan informasi beberapa piksel untuk menghasilkan foto dengan ukuran lebih praktis.
Untuk fotografi malam, Vivo Y51 menyediakan Super Night Mode. Mode ini membantu meningkatkan pencahayaan dan detail dengan menggabungkan beberapa frame.
Hasil foto malam tentu tetap dipengaruhi kondisi cahaya. Pada area yang sangat gelap, noise dan kehilangan detail masih dapat terjadi. Pengguna juga perlu menjaga smartphone tetap stabil selama proses pengambilan gambar.
Kamera ultrawide 8MP memberikan sudut pandang yang lebih luas. Kamera ini berguna untuk memotret pemandangan, interior, bangunan, foto kelompok, atau situasi ketika pengguna tidak dapat bergerak cukup jauh dari objek.
Sementara itu, kamera macro 2MP lebih tepat dianggap sebagai kamera tambahan untuk mengambil objek dari jarak dekat. Resolusinya tidak setinggi kamera utama sehingga hasilnya tidak dapat disamakan.
Untuk perekaman video, kamera belakang Vivo Y51 mampu merekam hingga resolusi 4K pada 30fps. Perangkat juga mendukung stabilisasi berbasis gyro-EIS pada mode yang kompatibel.
Kamera depan menggunakan sensor 16MP dengan aperture f/2.0. Kamera ini masih cukup untuk selfie, video call, dan pembuatan konten sederhana.
Fitur seperti HDR, Portrait dan pengolahan berbasis AI juga membantu menghasilkan foto selfie yang lebih menarik.
Secara keseluruhan, sistem kamera Vivo Y51 lebih tepat digunakan untuk fotografi kasual daripada produksi konten profesional. Kamera utamanya masih berguna untuk dokumentasi sehari-hari, foto makanan, perjalanan, media sosial, hingga video pendek.
Baterai dan Pengisian Daya
Vivo Y51 membawa baterai berkapasitas 5000mAh. Kapasitas tersebut menjadi salah satu aspek menarik dari perangkat ini karena memberikan daya yang cukup besar untuk penggunaan sehari-hari.
Dalam penggunaan seperti WhatsApp, browsing, media sosial, menonton video, mendengarkan musik, dan sesekali bermain game, baterai 5000mAh dapat digunakan sepanjang hari dalam kondisi penggunaan normal.
Namun, usia perangkat perlu menjadi perhatian. Vivo Y51 merupakan smartphone yang dirilis pada 2020. Jika membeli unit bekas pada 2026, kondisi kesehatan baterai bisa berbeda jauh dibanding ketika perangkat masih baru.
Screen-on time juga tidak dapat disamakan pada setiap pengguna karena dipengaruhi kecerahan layar, kualitas jaringan, aplikasi yang digunakan, temperatur, kondisi baterai, dan pola penggunaan.
Untuk pengisian daya, Vivo Y51 mendukung 18W FastCharge. Teknologi tersebut tergolong cukup baik ketika perangkat diluncurkan, tetapi kecepatannya sudah tidak terlalu tinggi jika dibandingkan smartphone modern.
Vivo menyebut pengisian hingga sekitar 70 persen dapat dicapai dalam 67 menit pada kondisi pengujian tertentu.
Vivo Y51 tidak mendukung wireless charging maupun wireless reverse charging.
Software dan Fitur Tambahan
Vivo Y51 hadir dengan Android 11 dan antarmuka Funtouch OS 11. Kombinasi tersebut masih tergolong baru ketika smartphone diperkenalkan pada akhir 2020.
Funtouch OS menghadirkan berbagai fitur tambahan untuk personalisasi, pengelolaan aplikasi, serta pengoptimalan penggunaan smartphone.
Untuk gaming, Vivo menyediakan fitur seperti Multi-Turbo dan Ultra Game Mode. Fitur tersebut dirancang untuk membantu mengoptimalkan sumber daya ketika bermain sekaligus mengurangi gangguan selama sesi gaming.
Dari sisi sensor, Vivo Y51 dilengkapi fingerprint di bagian samping, accelerometer, gyroscope, proximity sensor, ambient light sensor, dan kompas.
Keberadaan gyroscope menjadi nilai tambah bagi pengguna yang memainkan game dengan kontrol berbasis gerakan.
Untuk konektivitas, perangkat mendukung Wi-Fi dual-band, Bluetooth 5.0, GPS, GLONASS, Galileo, dan BeiDou.
Port USB yang digunakan sudah USB Type-C dan mendukung USB OTG. Selain itu, Vivo Y51 masih menyediakan jack audio 3,5mm sehingga earphone kabel dapat digunakan tanpa adaptor.
Namun, Vivo Y51 tidak memiliki NFC. Smartphone ini juga hanya mendukung jaringan seluler hingga 4G LTE dan belum mendukung 5G.
Perbandingan Vivo Y51 dengan Kompetitor
Pada periode peluncurannya, Vivo Y51 bersaing dengan beberapa smartphone kelas menengah seperti Redmi Note 9 Pro, realme 7, dan Samsung Galaxy A51.
Redmi Note 9 Pro menjadi salah satu kompetitor yang menarik karena menggunakan Snapdragon 720G. Smartphone tersebut juga membawa kamera utama 64MP, baterai 5020mAh dan pengisian cepat 30W.
Dari sisi performa, Snapdragon 720G memiliki kemampuan yang lebih tinggi dibanding Snapdragon 665. Redmi Note 9 Pro juga menawarkan pengisian lebih cepat dan NFC.
Vivo Y51 memiliki keunggulan pada RAM 8GB serta desain yang relatif ringan dan sederhana.
Kompetitor berikutnya adalah realme 7. Smartphone ini menggunakan MediaTek Helio G95, RAM 8GB dan penyimpanan 128GB.
Realme 7 juga memiliki layar dengan refresh rate 90Hz dan baterai 5000mAh dengan pengisian 30W.
Jika fokus utama pengguna adalah gaming dan kelancaran visual, realme 7 mempunyai spesifikasi yang lebih agresif. Sementara Vivo Y51 menawarkan pendekatan yang lebih seimbang melalui RAM 8GB, kamera 48MP dan antarmuka Funtouch OS.
Samsung Galaxy A51 juga menjadi salah satu pesaing penting. Smartphone Samsung ini menawarkan layar Super AMOLED 6,5 inci, kamera utama 48MP, kamera ultrawide 12MP, kamera macro 5MP dan depth sensor 5MP.
Galaxy A51 unggul dari sisi kualitas panel karena menggunakan Super AMOLED dan juga menyediakan NFC.
Vivo Y51 menawarkan RAM 8GB dan baterai 5000mAh, sedangkan Galaxy A51 mempunyai keunggulan pada layar dan ekosistem Samsung.
Perlu dipahami bahwa perbandingan harga tersebut merupakan konteks ketika perangkat-perangkat tersebut masih dipasarkan pada 2020. Pada 2026, harga unit bekas sangat bergantung pada kondisi fisik, kesehatan baterai, kelengkapan, lokasi penjual, dan kondisi pasar.
Akhir Kata
Vivo Y51 merupakan smartphone kelas menengah yang cukup menarik pada saat diperkenalkan pada akhir 2020. Kombinasi Snapdragon 665, RAM 8GB, penyimpanan 128GB, kamera utama 48MP dan baterai 5000mAh membuat perangkat ini mampu memenuhi kebutuhan smartphone sehari-hari dengan cukup baik.
RAM 8GB memberikan ruang multitasking yang lega, sementara storage 128GB memberikan kapasitas yang cukup untuk menyimpan aplikasi, foto dan video. Kamera utama 48MP juga masih dapat digunakan untuk kebutuhan fotografi kasual.
Namun, jika dinilai berdasarkan standar 2026, beberapa spesifikasi Vivo Y51 sudah tertinggal. Snapdragon 665 merupakan chipset lama, layar masih 60Hz, konektivitas seluler hanya 4G, NFC tidak tersedia, dan pengisian 18W sudah tergolong lambat dibandingkan banyak smartphone baru.
Karena itu, Vivo Y51 lebih masuk akal dipertimbangkan sebagai HP bekas murah daripada smartphone utama baru. Perangkat ini cocok untuk pengguna yang membutuhkan HP kedua, komunikasi, media sosial, streaming, fotografi kasual dan gaming ringan.
Jika menemukan Vivo Y51 dengan kondisi fisik baik, baterai masih sehat, layar normal, kamera berfungsi, dan harga bekas yang sesuai, perangkat ini masih dapat digunakan untuk kebutuhan dasar.
Skor Akhir Vivo Y51: 8.0/10
Skor tersebut merupakan penilaian terhadap Vivo Y51 dalam konteks kelas dan teknologi pada masa peluncurannya. Untuk pembelian pada 2026, pertimbangan utama sebaiknya adalah harga bekas, kondisi baterai, kondisi fisik, serta kebutuhan pengguna.
FAQ – Seputar Vivo Y51
Apakah Vivo Y51 sudah mendukung jaringan 5G?
Tidak. Vivo Y51 versi Indonesia yang dirilis pada Desember 2020 hanya mendukung jaringan 2G, 3G, dan 4G LTE. Smartphone ini belum mempunyai dukungan 5G.
Berapa RAM dan penyimpanan Vivo Y51?
Vivo Y51 memiliki RAM 8GB dan penyimpanan internal 128GB. Penyimpanan juga dapat diperluas menggunakan kartu microSD hingga 1TB.
Apakah Vivo Y51 masih cocok untuk gaming?
Vivo Y51 masih dapat digunakan untuk game ringan dan menengah seperti Mobile Legends dan Free Fire. Game yang lebih berat seperti PUBG Mobile dan Call of Duty Mobile sebaiknya dimainkan menggunakan pengaturan grafis rendah hingga menengah.
Apakah Vivo Y51 memiliki NFC?
Tidak. Vivo Y51 versi Indonesia tidak dilengkapi NFC. Perangkat ini mengandalkan konektivitas seperti Wi-Fi dual-band, Bluetooth 5.0, GPS, dan jaringan 4G LTE.
Apakah Vivo Y51 masih layak dibeli pada 2026?
Vivo Y51 masih dapat dipertimbangkan sebagai HP bekas murah apabila kondisinya baik. Perangkat ini cocok untuk komunikasi, media sosial, streaming, fotografi kasual dan gaming ringan. Namun, untuk HP utama pada 2026, smartphone yang lebih baru lebih disarankan karena menawarkan chipset, layar, konektivitas, kamera, charging, dan dukungan software yang lebih modern.


