vivo Y1s
📖 Daftar Isi
Spesifikasi Lengkap vivo Y1s
vivo Y1s merupakan smartphone entry-level dari vivo yang diperkenalkan pada November 2020. Perangkat ini hadir dengan pendekatan yang cukup sederhana: layar besar 6,22 inci, baterai 4.030mAh, kamera utama 13MP dan chipset MediaTek Helio P35. Pada saat diperkenalkan, kombinasi tersebut ditujukan untuk pengguna yang membutuhkan smartphone terjangkau untuk aktivitas harian.
Di atas kertas, tiga aspek yang paling menarik dari vivo Y1s adalah kapasitas baterai, layar 6,22 inci dan dukungan penyimpanan eksternal hingga 256GB. Perangkat juga sudah mendukung Dual SIM Dual Standby dan jaringan 4G, sehingga kebutuhan komunikasi dasar masih dapat dipenuhi dengan cukup baik.
Namun, review vivo Y1s pada 2026 tentu perlu menggunakan perspektif berbeda dibandingkan saat perangkat ini pertama kali dirilis. RAM 2GB, storage 32GB, microUSB dan Android 10 membuat spesifikasinya sudah tertinggal dari standar smartphone entry-level modern. Karena itu, Y1s lebih menarik sebagai perangkat dasar atau pilihan ekonomis daripada sebagai smartphone utama untuk kebutuhan berat.
Desain dan Build Quality
Secara fisik, vivo Y1s memiliki dimensi 155,11 × 75,09 × 8,28 mm dengan bobot 161 gram. Ukuran tersebut membuat perangkat relatif ringan ketika digenggam. Untuk smartphone dengan layar 6,22 inci, bobot 161 gram juga cukup mudah dibawa sepanjang hari.
Material yang digunakan memang masih sederhana. Y1s menggunakan bagian depan berbahan kaca dengan bodi belakang dan frame berbahan plastik. Pendekatan ini umum ditemukan pada smartphone entry-level dan membantu vivo menjaga bobot serta biaya produksi tetap rendah. Tidak ada sertifikasi IP resmi yang menjadi bagian dari spesifikasi Y1s.
vivo menyediakan dua pilihan warna, yaitu Olive Black dan Aurora Blue. Olive Black memberikan tampilan yang lebih konservatif, sedangkan Aurora Blue menawarkan karakter visual yang lebih mencolok. Secara keseluruhan, desain Y1s masih terlihat seperti smartphone generasi 2020 dengan notch bergaya waterdrop dan bezel yang relatif tebal dibandingkan perangkat masa kini.
Layar 6,22 Inci HD+

Bagian depan vivo Y1s menggunakan layar Full-Incell berukuran 6,22 inci dengan resolusi 1520 × 720 piksel. vivo menyebutnya sebagai Ultra All Screen/Halo FullView Display. Rasio layar-ke-bodi yang dipromosikan vivo mencapai sekitar 88,6 persen.
Resolusi HD+ membuat kepadatan piksel berada di kisaran 270 ppi. Untuk kebutuhan seperti WhatsApp, membaca berita, browsing, membuka media sosial dan menonton video, resolusi ini masih dapat digunakan dengan nyaman. Namun, ketika dibandingkan dengan panel Full HD+ pada smartphone yang lebih baru, detail teks dan gambar tentu tidak setajam perangkat dengan resolusi lebih tinggi.
Refresh rate layar juga masih berada di kelas standar 60Hz. Artinya, pengalaman scrolling tidak akan sehalus panel 90Hz atau 120Hz yang kini umum ditemukan pada smartphone entry-level baru.
vivo turut menyediakan fitur penyaringan cahaya biru untuk membantu penggunaan layar dalam kondisi tertentu. Untuk konsumsi YouTube, TikTok atau video streaming, ukuran 6,22 inci menjadi salah satu bagian yang masih cukup menarik dari Y1s.
Performa dan Hardware
vivo Y1s menggunakan MediaTek Helio P35 atau MT6765. Chipset ini dibuat menggunakan proses fabrikasi 12nm dan memiliki konfigurasi octa-core Cortex-A53. Empat core memiliki kecepatan hingga 2,35GHz, sedangkan empat core lainnya berada di sekitar 1,8GHz. GPU yang digunakan adalah PowerVR GE8320.
Untuk penggunaan dasar, Helio P35 masih mampu menjalankan aplikasi seperti WhatsApp, Chrome, YouTube, Facebook dan aplikasi media sosial lainnya. Namun RAM 2GB menjadi faktor pembatas yang lebih terasa ketika beberapa aplikasi dibuka secara bersamaan.
Dalam pengujian benchmark pihak ketiga, skor AnTuTu vivo Y1s berada di kisaran 100 ribuan pada AnTuTu 8, sementara database benchmark yang lebih baru mencatat angka sekitar 150 ribu pada konfigurasi pengujian yang berbeda. Perbedaan angka tersebut wajar karena versi benchmark, sistem operasi, suhu perangkat dan kondisi pengujian dapat memengaruhi hasil.
Karena itu, benchmark sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya indikator performa. Dalam penggunaan nyata, keterbatasan RAM 2GB justru lebih mudah dirasakan. Aplikasi yang cukup berat membutuhkan waktu lebih lama untuk dibuka dan aplikasi di latar belakang lebih mudah dimuat ulang.
Untuk gaming, Y1s masih lebih cocok memainkan game ringan seperti Mobile Legends pada pengaturan rendah hingga menengah dan game kasual lainnya. Free Fire juga masih berada dalam kategori game yang relatif realistis untuk perangkat ini dengan penyesuaian grafis. Untuk game berat seperti Genshin Impact, perangkat ini bukan pilihan yang ideal karena kemampuan CPU dan GPU-nya memang berada di kelas entry-level lama.
Kamera 13MP
vivo Y1s membawa satu kamera belakang 13MP dengan aperture f/2.2 dan LED flash. Konfigurasi kamera tunggal ini menunjukkan bahwa vivo memang menempatkan Y1s sebagai smartphone sederhana untuk fotografi sehari-hari, bukan perangkat yang mengejar fleksibilitas kamera.
Dalam kondisi cahaya yang baik, kamera 13MP masih mampu menghasilkan foto yang cukup untuk kebutuhan media sosial, dokumentasi sederhana dan komunikasi. Warna dan detail tentu sangat bergantung pada pencahayaan karena sensor kamera pada kelas ini tidak memiliki kemampuan pemrosesan seperti smartphone modern.
Pada malam hari, keterbatasan sensor akan lebih terlihat. Foto dapat mengalami penurunan detail, noise dan dynamic range yang lebih sempit. Tidak adanya kamera ultrawide, telefoto atau sensor tambahan juga membuat kemampuan fotografi Y1s jauh lebih sederhana dibandingkan smartphone generasi baru.
Kamera depan menggunakan sensor 5MP dengan aperture f/1.8. Kamera ini cukup untuk video call, selfie sederhana dan Face Access. vivo juga menyediakan mode Beauty dan beberapa mode dasar lainnya pada kamera depan.
Untuk kebutuhan vlogging, Y1s masih dapat digunakan dalam kondisi pencahayaan yang baik, tetapi pengguna sebaiknya tidak mengharapkan kualitas video setara smartphone modern. Kamera Y1s lebih tepat dipandang sebagai alat dokumentasi praktis daripada perangkat produksi konten serius.
Baterai dan Pengisian Daya
Salah satu komponen yang cukup menarik dari vivo Y1s adalah baterainya. Perangkat ini menggunakan baterai berkapasitas 4.030mAh. vivo juga memasukkan sistem manajemen daya pada perangkat untuk membantu mempertahankan daya tahan dalam penggunaan sehari-hari.
Dengan layar HD+ dan chipset 12nm yang tidak terlalu agresif dalam konsumsi daya, baterai tersebut dapat memberikan daya tahan yang cukup baik untuk penggunaan ringan. Dalam skenario penggunaan campuran, perkiraan screen-on time berada di sekitar 5–7 jam, tergantung kondisi jaringan, tingkat kecerahan, aplikasi dan kesehatan baterai.
Namun, perangkat ini menggunakan microUSB dan pengisian sekitar 10W. Dibandingkan smartphone entry-level modern yang telah menggunakan USB Type-C dan pengisian 15W, 18W, 25W atau lebih, proses charging Y1s terasa jauh lebih lambat.
Tidak tersedia wireless charging maupun reverse wireless charging. Dengan demikian, kekuatan utama sektor baterai Y1s lebih terletak pada kapasitasnya, bukan kecepatan pengisiannya.
Software dan Fitur Tambahan
Saat diluncurkan, vivo Y1s menjalankan Funtouch OS 10.5 berbasis Android 10. Sistem operasi tersebut membawa berbagai fitur dasar Android dengan penyesuaian antarmuka khas vivo.
Salah satu fitur yang tersedia adalah Face Access untuk membuka perangkat menggunakan pengenalan wajah. Namun, vivo Y1s versi yang tercantum di toko resmi Indonesia tidak dilengkapi sensor fingerprint.
Dari sisi konektivitas, perangkat mendukung Bluetooth 5.0, Wi-Fi 2,4GHz, GPS, OTG dan FM. Port yang digunakan masih microUSB 2.0. Ada pula jack audio 3,5mm yang memungkinkan pengguna menggunakan earphone kabel tanpa adaptor.
Untuk penggunaan pada 2026, usia software menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Android 10 merupakan sistem operasi yang sudah cukup tua, sehingga pengguna sebaiknya tidak membeli Y1s dengan ekspektasi memperoleh pengalaman software seperti smartphone Android generasi terbaru.
Perbandingan dengan Kompetitor
Jika dibandingkan dengan smartphone entry-level modern, posisi vivo Y1s menjadi cukup sulit. Salah satu contoh adalah Redmi A5 dari Xiaomi Indonesia yang tercantum mulai Rp1.199.000 pada halaman resmi Xiaomi. Redmi A5 menawarkan generasi hardware yang jauh lebih baru sehingga lebih relevan untuk pembeli yang mencari perangkat baru di kisaran harga sejutaan.
Alternatif lain adalah Samsung Galaxy A06 dari Samsung Indonesia. Ketika diperkenalkan di Indonesia, Galaxy A06 dibanderol mulai Rp1.499.000 dan membawa chipset yang lebih baru, kamera utama 50MP, USB Type-C serta fast charging 25W.
Sementara itu, realme Note 60x dari realme Indonesia juga menjadi contoh bahwa smartphone entry-level generasi baru telah membawa kapasitas baterai 5.000mAh, konstruksi yang lebih tangguh dan konfigurasi memori lebih besar. Harga peluncurannya dimulai Rp1.249.000 untuk 4GB+64GB dan Rp1.399.000 untuk 4GB+128GB.
Perbandingan tersebut memperlihatkan bahwa Y1s sebaiknya tidak dinilai hanya berdasarkan harga nominal Rp1.499.000. Usia perangkat sangat berpengaruh terhadap value. Jika menemukan Y1s bekas atau stok lama dengan harga jauh di bawah harga resminya, pertimbangannya bisa berbeda.
Akhir Kata
vivo Y1s adalah smartphone entry-level yang cukup masuk akal ketika dilihat dari konteks tahun 2020. Layar 6,22 inci, baterai 4.030mAh, Dual SIM 4G, microSD hingga 256GB dan kamera utama 13MP menjadi kombinasi yang sesuai untuk kebutuhan dasar pada masanya. Bobot 161 gram juga membuat perangkat relatif ringan.
Namun, pada 2026, spesifikasi Y1s sudah tidak lagi kompetitif jika dibeli dengan harga Rp1.499.000. RAM 2GB, storage 32GB, Helio P35, microUSB, kamera sederhana dan Android 10 membuatnya lebih cocok sebagai HP kedua, perangkat komunikasi dasar, atau pilihan untuk pengguna yang mendapatkannya dengan harga murah. Untuk pembelian baru sebagai HP utama, smartphone generasi lebih baru memberikan value yang jauh lebih baik.
Skor Akhir WartaCakrawala: 7.0/10.
Nilai tersebut diberikan dengan mempertimbangkan kelas dan generasi perangkatnya. Untuk kebutuhan ringan, Y1s masih dapat digunakan, tetapi pembeli pada 2026 perlu memperhitungkan usia hardware dan software sebelum mengambil keputusan.
Untuk melihat alternatif lain dari kelas entry-level hingga mid-range, pembaca dapat melanjutkan ke artikel review smartphone Samsung, Xiaomi, realme dan vivo lainnya di WartaCakrawala.
FAQ – Seputar Vivo Y1s
Apakah vivo Y1s masih layak digunakan pada 2026?
A: Masih bisa digunakan untuk kebutuhan dasar seperti WhatsApp, telepon, browsing ringan, YouTube dan media sosial. Namun, RAM 2GB, chipset Helio P35 dan Android 10 membuatnya kurang ideal untuk multitasking berat dan aplikasi modern yang membutuhkan sumber daya besar.
Berapa RAM dan penyimpanan vivo Y1s?
A: Varian Indonesia yang tercantum di vivo Store memiliki RAM 2GB dan penyimpanan internal 32GB. Penyimpanan dapat diperluas menggunakan kartu microSD hingga 256GB.
Apakah vivo Y1s sudah mendukung 5G?
A: Tidak. vivo Y1s merupakan smartphone 4G LTE. Untuk jaringan seluler, perangkat mendukung 2G, 3G dan 4G LTE pada band yang tersedia sesuai varian dan pasar.
Berapa kapasitas baterai vivo Y1s?
A: vivo Y1s memiliki baterai berkapasitas 4.030mAh. Kapasitas tersebut cukup besar untuk perangkat entry-level generasi 2020, tetapi teknologi pengisian dayanya masih menggunakan microUSB dan sekitar 10W.
Apakah vivo Y1s memiliki fingerprint?
A: Tidak. Varian vivo Y1s yang tercantum di vivo Store Indonesia tidak memiliki sensor sidik jari. Sebagai alternatif, perangkat menyediakan Face Access untuk membuka kunci menggunakan pengenalan wajah.


