Rabu, Oktober 28

Samsung Galaxy A10

CEK HARGA TERBARU
Beli Samsung Galaxy A10 di Marketplace Terpercaya
Bekas
Harga dapat berubah sewaktu-waktu. Cek langsung di marketplace.

Spesifikasi Lengkap Samsung Galaxy A10

Info
Model
Samsung Galaxy A10
Tanggal Rilis
20190228
Status Harga
Bekas
Software
Sistem Operasi
Prosesor
Kamera Belakang
Kamera Utama
Kamera tunggal 13 MP, aperture f/1.9, autofokus, dan LED flash
Kamera Wide
Kamera belakang utama 13 MP, aperture f/1.9, sudut pandang lebar
Kamera Macro
Tidak tersedia
Kamera Depth
Tidak tersedia
Video Recording
1920 × 1080 piksel (Full HD) pada 30fps
Fitur Kamera
Autofokus, LED flash, HDR, panorama, dan perekaman video Full HD 1080p pada 30fps
Kamera Depan
Kamera Depan
Kamera tunggal 5 MP, aperture f/2.0
Video Recording Depan
Tidak tersedia
Fitur Kamera Depan
Kamera selfie 5 MP dengan aperture f/2.0
Baterai
Kapasitas Baterai
Jenis Baterai
Wireless Charging
Daftar isi Hide
  1. Desain Samsung Galaxy A10
  2. Layar PLS TFT LCD 6,2 Inci
  3. Chipset Samsung Galaxy A10: Exynos 7884
    1. Apakah Exynos 7884 masih cukup untuk penggunaan sehari-hari?
  4. RAM 2 GB dan Memori Internal 32 GB
    1. Apakah Samsung Galaxy A10 bisa ditambah memori?
  5. Kamera Samsung Galaxy A10: Belakang 13 MP dan Depan 5 MP
    1. Kualitas kamera belakang
    2. Kamera depan untuk swafoto
  6. Baterai Samsung Galaxy A10 3.400 mAh
    1. Apakah Samsung Galaxy A10 mendukung fast charging?
  7. Konektivitas Samsung Galaxy A10: 4G LTE, Wi-Fi, dan Bluetooth
    1. Apakah Samsung Galaxy A10 memiliki NFC?
    2. Apakah Samsung Galaxy A10 menggunakan USB Type-C?
  8. Sistem Operasi Samsung Galaxy A10
  9. Kelebihan Samsung Galaxy A10
    1. 1. Layar cukup luas untuk aktivitas harian
    2. 2. Kamera belakang 13 MP untuk fotografi sederhana
    3. 3. Penyimpanan dapat diperluas
    4. 4. Bobot relatif ringan
    5. 5. Tersedia jack audio 3,5 mm
    6. 6. Harga bekas berpotensi terjangkau
  10. Kekurangan Samsung Galaxy A10
    1. 1. RAM hanya 2 GB
    2. 2. Penyimpanan internal 32 GB relatif terbatas
    3. 3. Layar masih HD+
    4. 4. Tidak mendukung fast charging
    5. 5. Tidak mendukung NFC dan 5G
    6. 6. Usia perangkat cukup tua
    7. 7. Bukan pilihan ideal untuk gim berat
  11. Perbandingan Samsung Galaxy A10 dengan HP Lain
    1. Samsung Galaxy A10 vs Samsung Galaxy A20
    2. Samsung Galaxy A10 vs Redmi 7
    3. Samsung Galaxy A10 vs Realme C2
  12. Apakah Samsung Galaxy A10 Masih Layak Dibeli pada 2026?
  13. Akhir Kata
  14. FAQ – Samsung Galaxy A10
    1. Berapa harga Samsung Galaxy A10 sekarang?
    2. Samsung Galaxy A10 RAM berapa dan memori internalnya berapa?
    3. Samsung Galaxy A10 menggunakan chipset apa?
    4. Apakah Samsung Galaxy A10 mendukung 5G, NFC, dan fast charging?
    5. Apakah Samsung Galaxy A10 masih layak digunakan pada 2026?

Samsung Galaxy A10 merupakan smartphone entry-level Samsung yang diperkenalkan pada 28 Februari 2019 dan mulai dipasarkan di Indonesia pada April 2019. Saat pertama kali hadir, perangkat ini ditawarkan dengan harga peluncuran Rp1.799.000 untuk konfigurasi RAM 2 GB dan penyimpanan internal 32 GB. Ponsel ini menyasar pengguna yang membutuhkan smartphone untuk komunikasi, mengakses media sosial, menikmati konten digital, dan menjalankan aplikasi sehari-hari.

Dari sisi spesifikasi, Samsung Galaxy A10 mengandalkan layar PLS TFT LCD berukuran 6,2 inci dengan resolusi HD+, chipset Exynos 7884, kamera belakang 13 MP, kamera depan 5 MP, serta baterai berkapasitas 3.400 mAh. Perangkat ini menggunakan jaringan 4G LTE dan belum mendukung konektivitas 5G. Informasi peluncuran dan spesifikasi dasarnya diberitakan oleh media teknologi Indonesia ketika perangkat tersebut diperkenalkan.

Lantas, apakah Samsung Galaxy A10 masih layak dibeli atau digunakan saat ini? Jawabannya bergantung pada kondisi perangkat, harga yang ditawarkan, kebutuhan pengguna, dan aplikasi yang ingin dijalankan. Kapasitas RAM yang terbatas membuatnya kurang ideal untuk penggunaan berat, tetapi spesifikasi dasarnya masih dapat memenuhi kebutuhan sederhana selama perangkat berada dalam kondisi baik dan aplikasi yang digunakan masih kompatibel.

Desain Samsung Galaxy A10

Samsung Galaxy A10 membawa desain yang cukup sederhana untuk smartphone entry-level pada masanya. Bagian depannya didominasi layar dengan notch berbentuk huruf V yang disebut Samsung sebagai Infinity-V. Desain tersebut memberikan ruang bagi kamera depan tanpa menggunakan bezel atas yang terlalu lebar.

Bagian belakangnya menggunakan material plastik dengan tampilan minimalis. Penggunaan material tersebut membantu menjaga bobot perangkat tetap sekitar 168 gram, sehingga relatif mudah dibawa dan digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Dimensi Samsung Galaxy A10 adalah 155,6 × 75,6 × 7,9 mm. Ukuran ini membuatnya terasa cukup besar dibandingkan sejumlah ponsel berlayar kecil, tetapi masih tergolong wajar untuk smartphone dengan layar 6,2 inci.

Tersedia pilihan warna hitam, biru, dan merah pada pasar tertentu, termasuk pilihan yang diperkenalkan untuk konsumen Indonesia.

Meski tampilannya masih cukup sederhana jika dibandingkan smartphone modern, desain Galaxy A10 tetap memiliki karakter yang mudah dikenali. Namun, pengguna yang mencari bodi premium berbahan logam atau kaca, ketahanan air resmi, maupun pemindai sidik jari perlu mempertimbangkan perangkat lain.

Layar PLS TFT LCD 6,2 Inci

Sektor layar menjadi salah satu bagian penting dari Samsung Galaxy A10. Ponsel ini menggunakan panel PLS TFT LCD berukuran 6,2 inci dengan resolusi HD+ sebesar 720 × 1520 piksel.

Teknologi PLS merupakan pengembangan panel LCD yang dikenal dengan sudut pandang cukup luas. Meski demikian, karakter tampilan Galaxy A10 tetap berbeda dari smartphone yang menggunakan panel Super AMOLED, terutama dalam hal kontras dan kemampuan menghasilkan warna hitam yang lebih pekat.

Resolusi HD+ masih memadai untuk membaca pesan, membuka situs web, melihat foto, dan menonton video pada ukuran layar tersebut. Akan tetapi, ketajamannya tidak setinggi layar Full HD+ yang banyak ditemukan pada ponsel kelas menengah.

Layar ini menggunakan refresh rate standar 60Hz. Artinya, pengguna tidak memperoleh pengalaman pergerakan antarmuka setinggi layar 90Hz atau 120Hz pada sejumlah smartphone yang lebih baru.

Untuk kebutuhan seperti WhatsApp, membaca artikel, membuka media sosial, dan menonton video, layar Samsung Galaxy A10 masih dapat digunakan dengan baik selama kondisi panelnya normal.

Sebaliknya, pengguna yang mengutamakan kualitas visual untuk bermain gim kompetitif, menonton konten dengan kontras tinggi, atau menikmati tampilan yang sangat tajam mungkin akan menemukan keterbatasannya.

Chipset Samsung Galaxy A10: Exynos 7884

Samsung Galaxy A10 menggunakan chipset Samsung Exynos 7884. Platform ini menggabungkan CPU delapan inti dengan konfigurasi dua inti ARM Cortex-A73 berkecepatan hingga 1,6 GHz dan enam inti ARM Cortex-A53 berkecepatan hingga 1,35 GHz.

Dalam sistem smartphone, CPU berfungsi menjalankan instruksi aplikasi dan mengatur berbagai proses komputasi. Dua inti Cortex-A73 berperan menangani beban kerja yang lebih berat, sedangkan enam inti Cortex-A53 mendukung tugas yang lebih ringan dan efisiensi pemrosesan.

Untuk grafis, Samsung memasangkan chipset tersebut dengan GPU Mali-G71 MP2. Komponen ini bertugas memproses tampilan visual, animasi antarmuka, dan grafis dalam aplikasi maupun permainan.

Kombinasi Exynos 7884 dan Mali-G71 MP2 sesuai dengan karakter smartphone entry-level keluaran 2019. Perangkat ini dirancang untuk kebutuhan harian, bukan untuk mengejar performa tinggi seperti smartphone gaming modern.

Apakah Exynos 7884 masih cukup untuk penggunaan sehari-hari?

Untuk aktivitas ringan, chipset tersebut masih dapat menjalankan berbagai tugas selama aplikasi yang digunakan kompatibel dengan versi sistem operasi perangkat. Contohnya meliputi membaca pesan, melakukan panggilan, membuka halaman web sederhana, dan menggunakan aplikasi produktivitas ringan.

Namun, kelancaran penggunaan tidak hanya ditentukan oleh chipset. Kapasitas RAM, kondisi penyimpanan, suhu perangkat, kondisi baterai, dan versi aplikasi juga dapat memengaruhi performa.

Karena Galaxy A10 hanya mempunyai RAM 2 GB, perpindahan antaraplikasi berpotensi terasa lambat. Aplikasi yang berjalan di latar belakang mungkin lebih sering ditutup oleh sistem, sehingga pengguna perlu membuka ulang aplikasi ketika berpindah tugas.

Untuk gim ringan, pengalaman bermain bergantung pada kebutuhan grafis dan versi gim. Gim modern dengan kebutuhan memori besar atau grafis berat berpotensi berjalan kurang nyaman. Karena itu, Samsung Galaxy A10 bukan pilihan utama bagi pengguna yang mencari HP untuk gaming intensif.

RAM 2 GB dan Memori Internal 32 GB

Samsung Galaxy A10 versi standar Indonesia dibekali RAM 2 GB dan penyimpanan internal 32 GB.

RAM berfungsi sebagai ruang kerja sementara bagi sistem operasi dan aplikasi yang sedang digunakan. Kapasitas RAM yang lebih besar umumnya memberi ruang lebih luas untuk menjalankan beberapa aplikasi sekaligus.

Dengan RAM 2 GB, Galaxy A10 mempunyai keterbatasan dalam menjalankan banyak aplikasi secara bersamaan. Pengguna yang sering membuka browser dengan banyak tab, aplikasi pesan, media sosial, dan gim secara bergantian mungkin akan merasakan waktu pemuatan ulang yang lebih sering.

Penyimpanan internal 32 GB juga perlu dikelola dengan baik. Sebagian kapasitas digunakan oleh sistem operasi dan aplikasi bawaan, sehingga ruang yang tersedia bagi foto, video, dokumen, serta aplikasi tambahan lebih kecil daripada kapasitas nominalnya.

Apakah Samsung Galaxy A10 bisa ditambah memori?

Ya. Samsung Galaxy A10 mendukung kartu microSD hingga 512 GB. Fitur ini membantu memperluas ruang penyimpanan untuk foto, video, musik, dan dokumen.

Namun, kartu microSD tidak menambah RAM fisik. Menambahkan kartu memori juga tidak otomatis membuat semua aplikasi berjalan lebih cepat. Pengguna tetap perlu mengelola aplikasi, membersihkan berkas yang tidak dibutuhkan, dan menjaga ruang penyimpanan internal agar tidak terlalu penuh.

Jika tujuan pembelian adalah memperoleh ponsel untuk penggunaan jangka panjang dengan banyak aplikasi, RAM 2 GB dan memori internal 32 GB menjadi dua keterbatasan utama yang perlu dipertimbangkan.

Kamera Samsung Galaxy A10: Belakang 13 MP dan Depan 5 MP

Samsung Galaxy A10 menggunakan konfigurasi kamera tunggal di bagian belakang dan kamera tunggal di bagian depan.

Kamera belakangnya mempunyai resolusi 13 MP dengan aperture f/1.9. Kamera ini mendukung autofokus dan LED flash untuk membantu pemotretan pada kondisi pencahayaan tertentu.

Sementara itu, kamera depannya memiliki resolusi 5 MP dengan aperture f/2.0. Kamera depan tersebut ditujukan untuk mengambil swafoto dan melakukan panggilan video.

Kualitas kamera belakang

Dalam kondisi cahaya yang memadai, kamera utama 13 MP dapat digunakan untuk memotret objek sehari-hari, dokumen, makanan, maupun pemandangan sederhana.

Namun, jumlah megapiksel bukan satu-satunya faktor yang menentukan kualitas foto. Pemrosesan gambar, ukuran sensor, kondisi pencahayaan, dan kestabilan tangan juga memengaruhi hasil akhir.

Saat digunakan pada malam hari atau ruangan dengan pencahayaan minim, kualitas foto berpotensi menurun. Detail dapat berkurang dan noise lebih terlihat dibandingkan foto yang diambil di tempat terang.

Galaxy A10 juga tidak mempunyai kamera ultrawide khusus, kamera makro khusus, atau kamera depth khusus. Pengguna tidak sebaiknya mengharapkan kemampuan fotografi yang sama dengan smartphone modern yang memiliki beberapa kamera dengan fungsi berbeda.

Kamera depan untuk swafoto

Kamera depan 5 MP dapat digunakan untuk swafoto sederhana dan panggilan video. Hasilnya lebih bergantung pada pencahayaan dibandingkan perangkat yang memiliki sensor kamera depan lebih baru.

Untuk pengguna yang sering membuat konten video, melakukan siaran langsung, atau merekam aktivitas dengan kualitas tinggi, keterbatasan kamera dan performa perangkat perlu menjadi bahan pertimbangan.

Galaxy A10 lebih sesuai untuk kebutuhan fotografi dasar daripada produksi konten profesional.

Baterai Samsung Galaxy A10 3.400 mAh

Samsung Galaxy A10 mempunyai baterai berkapasitas 3.400 mAh. Kapasitas tersebut tergolong cukup umum untuk smartphone entry-level pada 2019.

Daya tahan baterai dalam penggunaan nyata dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti tingkat kecerahan layar, kualitas sinyal seluler, aplikasi yang berjalan di latar belakang, kondisi baterai, dan durasi penggunaan.

Pada perangkat yang sudah berusia beberapa tahun, kesehatan baterai menjadi faktor penting. Baterai yang telah mengalami penurunan kapasitas mungkin tidak mampu mempertahankan daya selama perangkat baru.

Apakah Samsung Galaxy A10 mendukung fast charging?

Samsung Galaxy A10 tidak mendukung fitur fast charging seperti pengisian daya cepat 15W yang tersedia pada sejumlah model Samsung lain di generasinya. Perangkat ini menggunakan pengisian daya standar melalui port microUSB.

Karena itu, waktu pengisian daya dapat terasa lebih lama dibandingkan smartphone modern yang mendukung teknologi pengisian cepat.

Galaxy A10 juga tidak mendukung wireless charging. Pengisian daya dilakukan melalui kabel.

Jika membeli unit bekas, periksa kondisi port microUSB, kabel pengisi daya, kestabilan koneksi, dan apakah baterai mengalami penurunan daya secara tidak wajar.

Konektivitas Samsung Galaxy A10: 4G LTE, Wi-Fi, dan Bluetooth

Samsung Galaxy A10 mendukung jaringan seluler 2G, 3G, dan 4G LTE. Perangkat ini tidak mendukung jaringan 5G.

Konektivitas 4G memungkinkan pengguna mengakses internet seluler pada jaringan yang kompatibel. Kecepatan aktual tetap dipengaruhi oleh operator, kekuatan sinyal, pita frekuensi, dan kondisi jaringan setempat.

Galaxy A10 mendukung konfigurasi Dual Nano-SIM pada varian yang dipasarkan dengan dua slot SIM. Dukungan pita frekuensi dapat berbeda menurut wilayah, sehingga pengguna perlu memeriksa nomor model jika hendak menggunakan perangkat impor.

Apakah Samsung Galaxy A10 memiliki NFC?

Tidak. Samsung Galaxy A10 versi standar tidak menyediakan NFC. Dengan demikian, pengguna tidak dapat mengandalkan perangkat ini untuk fungsi NFC seperti membaca tag NFC atau melakukan transaksi yang mensyaratkan NFC secara langsung dari ponsel.

Apakah Samsung Galaxy A10 menggunakan USB Type-C?

Tidak. Galaxy A10 menggunakan port microUSB 2.0, bukan USB Type-C. Hal ini perlu diperhatikan jika pengguna ingin membeli kabel pengganti atau menghubungkan perangkat dengan aksesori tertentu.

Untuk konektivitas audio, Galaxy A10 menyediakan jack audio 3,5 mm sehingga pengguna dapat menggunakan earphone kabel yang kompatibel tanpa harus memakai adaptor USB.

Sistem Operasi Samsung Galaxy A10

Samsung Galaxy A10 diluncurkan dengan Android 9.0 Pie yang menggunakan antarmuka Samsung One UI.

Sistem operasi berperan mengatur aplikasi, keamanan perangkat, penggunaan sumber daya, dan interaksi pengguna dengan ponsel. Versi perangkat lunak yang terpasang saat ini dapat berbeda karena adanya pembaruan yang pernah diterima perangkat.

Pada 2026, usia perangkat menjadi pertimbangan penting. Samsung Galaxy A10 bukan smartphone keluaran baru, sehingga pengguna perlu memeriksa versi firmware, status pembaruan keamanan, dan kompatibilitas aplikasi yang ingin digunakan.

Aplikasi perbankan, dompet digital, dan aplikasi penting lainnya dapat mempunyai persyaratan sistem operasi tersendiri. Sebelum membeli Galaxy A10 bekas untuk keperluan tersebut, pastikan aplikasi yang dibutuhkan masih mendukung versi Android yang tersedia.

Untuk menjaga keamanan, hindari memasang aplikasi dari sumber yang tidak tepercaya dan jangan menganggap bahwa perangkat lama pasti menerima pembaruan keamanan terbaru.

Kelebihan Samsung Galaxy A10

Samsung Galaxy A10 memiliki beberapa kelebihan yang masih relevan untuk kebutuhan dasar.

1. Layar cukup luas untuk aktivitas harian

Ukuran 6,2 inci memberikan ruang yang memadai untuk membaca pesan, melihat halaman web, dan menikmati konten video.

2. Kamera belakang 13 MP untuk fotografi sederhana

Kamera utama dapat digunakan untuk mengambil foto sehari-hari, terutama saat pencahayaan memadai.

3. Penyimpanan dapat diperluas

Dukungan microSD hingga 512 GB memberikan fleksibilitas untuk menyimpan foto, video, dan dokumen tanpa hanya mengandalkan penyimpanan internal.

4. Bobot relatif ringan

Bobot sekitar 168 gram membuat perangkat relatif mudah dibawa dan digunakan.

5. Tersedia jack audio 3,5 mm

Pengguna earphone kabel dapat menghubungkannya langsung melalui port audio yang tersedia.

6. Harga bekas berpotensi terjangkau

Sebagai smartphone keluaran 2019, Galaxy A10 dapat ditemukan di pasar perangkat bekas. Namun, nilai yang layak dibayar harus mempertimbangkan kondisi fisik, baterai, layar, dan fungsi perangkat.

Kekurangan Samsung Galaxy A10

Sebelum membeli Samsung Galaxy A10, ada beberapa keterbatasan yang perlu dipahami.

1. RAM hanya 2 GB

Kapasitas RAM ini membatasi kemampuan multitasking, terutama untuk aplikasi modern yang membutuhkan lebih banyak memori.

2. Penyimpanan internal 32 GB relatif terbatas

Sistem dan aplikasi menggunakan sebagian kapasitas penyimpanan. Pengguna perlu mengelola berkas secara rutin agar ruang tidak cepat habis.

3. Layar masih HD+

Resolusi 720 × 1520 piksel tidak setajam layar Full HD+ pada banyak perangkat yang lebih baru.

4. Tidak mendukung fast charging

Pengisian daya standar melalui microUSB membutuhkan waktu yang relatif lebih lama dibandingkan ponsel dengan teknologi pengisian cepat.

5. Tidak mendukung NFC dan 5G

Pengguna yang memerlukan NFC atau konektivitas 5G harus mempertimbangkan smartphone lain.

6. Usia perangkat cukup tua

Pada 2026, usia Galaxy A10 sudah sekitar tujuh tahun sejak diperkenalkan. Kondisi baterai, port pengisian daya, performa, dan dukungan perangkat lunak menjadi faktor yang sangat penting.

7. Bukan pilihan ideal untuk gim berat

Kombinasi chipset lama dan RAM 2 GB membuatnya kurang cocok untuk gim modern dengan kebutuhan grafis dan memori tinggi.

Perbandingan Samsung Galaxy A10 dengan HP Lain

Untuk mengetahui posisi Galaxy A10, perbandingan dapat dilakukan dengan smartphone entry-level lain yang memiliki harga dan periode pemasaran relatif berdekatan.

Samsung Galaxy A10 vs Samsung Galaxy A20

Galaxy A10 dan Galaxy A20 sama-sama diperkenalkan pada 2019, tetapi berada pada tingkat spesifikasi berbeda.

Galaxy A10 memiliki layar PLS TFT LCD 6,2 inci, RAM 2 GB, kamera belakang tunggal 13 MP, dan baterai 3.400 mAh. Sementara itu, Galaxy A20 menawarkan layar Super AMOLED 6,4 inci, RAM 3 GB, kamera belakang ganda, dan baterai 4.000 mAh.

Galaxy A20 juga mendukung pengisian daya cepat 15W dan menggunakan port USB Type-C. Dengan demikian, Galaxy A20 lebih menarik bagi pengguna yang menginginkan layar dengan kontras lebih tinggi, kapasitas baterai lebih besar, dan fitur yang lebih lengkap.

Meski demikian, kondisi unit bekas tetap menentukan. Galaxy A20 yang baterainya sudah menurun atau mempunyai kerusakan tidak selalu menjadi pembelian yang lebih baik daripada Galaxy A10 yang terawat.

Samsung Galaxy A10 vs Redmi 7

Redmi 7 merupakan salah satu pesaing di segmen smartphone terjangkau pada periode yang berdekatan. Kedua perangkat menawarkan layar besar dan ditujukan untuk kebutuhan harian.

Galaxy A10 menggunakan chipset Exynos 7884, RAM 2 GB pada konfigurasi standar Indonesia, dan penyimpanan internal 32 GB. Redmi 7 menggunakan chipset Qualcomm Snapdragon 632 dan tersedia dalam beberapa konfigurasi memori, bergantung pada pasar.

Perbandingan performa sebaiknya mempertimbangkan konfigurasi RAM, kondisi perangkat, versi perangkat lunak, serta aplikasi yang digunakan. Nama chipset saja tidak cukup untuk memastikan pengalaman yang sama pada setiap skenario.

Bagi pengguna yang lebih menyukai antarmuka Samsung, Galaxy A10 dapat menjadi pilihan. Namun, pembeli yang mencari RAM lebih besar atau performa yang lebih sesuai untuk aplikasi tertentu sebaiknya membandingkan varian Redmi 7 yang tersedia secara langsung.

Samsung Galaxy A10 vs Realme C2

Realme C2 juga menyasar segmen entry-level dan hadir pada periode yang berdekatan dengan Galaxy A10.

Galaxy A10 menggunakan Exynos 7884 dan RAM 2 GB pada varian standar Indonesia. Realme C2 menggunakan MediaTek Helio P22 dan tersedia dalam beberapa konfigurasi RAM serta penyimpanan.

Keduanya memiliki keterbatasan jika digunakan untuk aplikasi modern yang berat. Pilihan terbaik bergantung pada kondisi perangkat bekas, konfigurasi memori, ketersediaan suku cadang, serta kebutuhan pengguna.

Perlu diingat bahwa perbandingan ini merupakan gambaran posisi produk pada generasi yang sama, bukan rekomendasi untuk membeli tanpa memeriksa kondisi unit.

Apakah Samsung Galaxy A10 Masih Layak Dibeli pada 2026?

Samsung Galaxy A10 masih bisa dipertimbangkan untuk kebutuhan sangat dasar, tetapi tidak cocok untuk semua pengguna.

Perangkat ini dapat dipertimbangkan jika Anda membutuhkan ponsel kedua untuk panggilan, pesan, membaca informasi, atau aktivitas ringan dengan aplikasi yang masih kompatibel. Syaratnya, perangkat harus berfungsi normal dan harganya sepadan dengan kondisi serta usianya.

Sebaliknya, jika Anda membutuhkan smartphone utama untuk bekerja, mengakses aplikasi perbankan, menjalankan banyak aplikasi sekaligus, bermain gim modern, atau merekam video secara rutin, Galaxy A10 bukan pilihan yang paling aman untuk kebutuhan jangka panjang.

Ada tiga hal yang sebaiknya diperiksa sebelum membeli.

Pertama, pastikan kondisi baterai dan port microUSB masih baik. Kedua, periksa layar, kamera, speaker, mikrofon, jaringan, serta fungsi kedua slot SIM jika tersedia. Ketiga, pastikan aplikasi yang Anda perlukan masih dapat berjalan pada sistem operasi perangkat.

Dari sudut pandang nilai pembelian, harga murah saja tidak cukup. Smartphone bekas yang lebih baru dengan kapasitas RAM lebih besar dan dukungan perangkat lunak yang lebih memadai bisa memberikan manfaat lebih baik dalam jangka panjang.

Akhir Kata

Samsung Galaxy A10 adalah smartphone entry-level keluaran 2019 dengan layar PLS TFT LCD 6,2 inci, chipset Exynos 7884, RAM 2 GB, penyimpanan internal 32 GB, kamera belakang 13 MP, kamera depan 5 MP, dan baterai 3.400 mAh.

Kelebihannya meliputi layar yang cukup luas, kamera utama untuk fotografi sederhana, bobot relatif ringan, dan dukungan microSD. Sementara itu, keterbatasan utamanya terletak pada RAM kecil, penyimpanan internal terbatas, pengisian daya standar, tidak adanya NFC, dan ketiadaan dukungan jaringan 5G.

Harga peluncuran resmi di Indonesia pada 2019 adalah Rp1.799.000. Untuk harga bekas saat ini, pembeli perlu membandingkan penawaran aktual dan memeriksa kondisi unit sebelum mengambil keputusan.

Kesimpulan akhirnya: Samsung Galaxy A10 masih dapat memenuhi kebutuhan smartphone dasar jika kondisinya baik dan harganya sesuai. Namun, untuk penggunaan utama pada 2026, smartphone yang lebih baru dengan RAM lebih besar, baterai sehat, dan dukungan perangkat lunak lebih baik umumnya lebih layak dipertimbangkan.

FAQ – Samsung Galaxy A10

Berapa harga Samsung Galaxy A10 sekarang?

Harga Samsung Galaxy A10 bekas pada 2026 bergantung pada kondisi perangkat, kesehatan baterai, kelengkapan, dan lokasi penjualan. Harga peluncuran resminya di Indonesia pada April 2019 adalah Rp1.799.000, tetapi angka tersebut bukan harga pasar terkini.

Samsung Galaxy A10 RAM berapa dan memori internalnya berapa?

Samsung Galaxy A10 versi standar yang dipasarkan di Indonesia memiliki RAM 2 GB dan penyimpanan internal 32 GB. Perangkat ini juga mendukung kartu microSD hingga 512 GB untuk memperluas penyimpanan berkas.

Samsung Galaxy A10 menggunakan chipset apa?

Samsung Galaxy A10 menggunakan chipset Samsung Exynos 7884 dengan CPU octa-core dan GPU Mali-G71 MP2. Chipset ini ditujukan untuk kebutuhan smartphone entry-level, bukan untuk performa gaming berat.

Apakah Samsung Galaxy A10 mendukung 5G, NFC, dan fast charging?

Tidak. Samsung Galaxy A10 mendukung jaringan hingga 4G LTE, tidak menyediakan NFC pada varian standar, dan tidak mendukung fast charging. Perangkat menggunakan port microUSB untuk pengisian daya standar.

Apakah Samsung Galaxy A10 masih layak digunakan pada 2026?

Samsung Galaxy A10 masih dapat digunakan untuk aktivitas ringan apabila perangkat berfungsi normal dan aplikasi yang dibutuhkan masih kompatibel. Namun, RAM 2 GB, usia perangkat, kondisi baterai, serta keterbatasan dukungan perangkat lunak membuatnya kurang ideal sebagai smartphone utama untuk penggunaan jangka panjang.

Muliadi
Ditulis oleh

Muliadi

Today must be better than Yesterday

Terakhir diperbarui: 28 Oktober 2026

Disclaimer: Harga dan spesifikasi dapat berubah sewaktu-waktu. Informasi terbaru bisa dilihat di situs resmi brand terkait. Wartacakrawala tidak terafiliasi dengan merek atau produsen HP apapun.
Total
0
Share