Development Dan Demokrasi Dalam Harmoni Pergerakan

Avatar
Moh Sa'i Yusuf, Calon Ketua PKC PMII Jawa Timur
Moh Sa’i Yusuf, Calon Ketua PKC PMII Jawa Timur

Wartacakrawala.com – Pembangunan merupakan bagian dari aspek utama dalam struktur kebudayaan dan peradaban dalam sebuah bangsa. Tentu menyoal terkait pembangunan ini tidak hanya dinasabkan pada soal-soal yang hanya berkaitan dengan infrastruktur bentuk fisik. Melainkan juga yang berkaitan dengan pembangunan non-fisik

Dalam negara demokrasi tentu ada banyak hal yang dapat dilakukan dengan mengutamakan asas kebebasan berpendapat, yang dijadikan spirit utama. Dalam rangka menjalankan system pembangunan yang berorientasi pada kebudayaan dan peradaban. Berbicara kebudayaan Indonesia tidak lepas dari spirit jasa pendahulu sehingga lahirnya 1.239 warisan budaya dari nenek moyang kita senantiasa harus dijaga dengan persepsi demokrasi menyelaraskan dengan spririt dan khidmat pergerakan yang kental dengan nilai spiritual dan tentu tak lepas juga dari nilai nilai adat istiadat yang tentunya kita junjung tinggi.

Baca Juga : Harapan Besar Wajah PMII Jawa Timur Yang Bermartabat

Tak lepas jauh dari situ, membahas pembangunan tentu tak hanya berbicara bangunan mewah, megah nan tinggi. Tapi, lebih jauh dari itu pembangunan yang adil dan beradab tentu berbicara pembangunan peradaban. Konteks pembangunan peradaban dapat kita mulai dari pendidikan karakter, pendidikan karakter menjadi urgen karena itu merupakan langkah awal perbaikan dan pembangunan peradaban yang adil dan beradap. Ada nilai – nilai yang perlu kita angkat dalam proses pembangunan yaitu nilai-nilai budaya luhur, nilai spiritual, nilai estetika, nilai social, nilai politik, nilai ekonomi dan banyak lainnya.

Demokrasi dan pembangunan ekonomi secara komprehensif merupakan satu kesatuan unsur pengembangan masyrakat secara general dan utuh demi pengembangan kelas struktur sosial. Ada beberapa kelas struktur sosial yang akan mendukung keikutsertaan masyarakat. Yang pertama adalah kelas struktur soial menengah kebawah, ini akan menjadi semacam motivasi dan indikator dalam mengaskan pertentangan kelas yang secara detail disosialisakan secara organik oleh kaum Marxisme. Selanjutnya, masyarakat kelas menengah keatsa yang pada prosesnya sudah sampai pada puncak sejahtera dalam kondisi stabilitas ekonominya. Ada juga masyarakat yang tenggelam di kelas stagnansi yang dalam prosesnya masih dalam taraf pengembangan namun tidak dapat justifikasi sebagai masyarakat kelas ekonomi menegah kebawah maupun kelas menengah keatas.

Asumsi masyarakat hari ini ketika kita berbicara terkait demokrasi pastilah tak jauh dari politik, ada beberapa hambatan yang akan muncul ketika berbicara tentang sumbangsih mayarakat dalam sebuah pembangunan dalam struktur sosial, bagi kita politik dan ekonomi tidak dapat dipisahkan dalam sejarah terbentuknya dan berkembangnya bangsa ini. mulai dari pra kemerdekaan, kemerdekaan, dan pasca kemerdekaan. Kesejahteraan sosial dianalisis secara akurat dari pemikiran mengenai demokrasi sosial yang berjalan beriringan dengan model demokrasi konsensus sebagai dasar fundamental dalam menghadapiperistiwa negara dan pemerintahan.

Menurut Lenin, kelas sosial dianggap sebagai golongan sosial dalam sebuah tatanan warga yang ditentukan oleh posisi tertentu dalam babak produksi, Hal yang serupa juga dirundingkan oleh Marx bahwa kelas berakar dalam hubungan sosial produksi, bukan hubungan dalam distribusi dan makanan. Menurut Marx, pelaku utama dalam perubahan sosial bukanlah individu, tetapi kelas-kelas sosial, selaras dengan argumentasi yang saya sampaikan diatas.

Baca Juga : Harlah PMII ke 62, Forkopimda Jatim Sampaikan Sejumlah Pesan pada Kader PMII

Pertentangan antara buruh dan pemilik modal bukan diakibatkan para buruh iri atau para majikan egois, melainkan karena kebutuhan dua kelas itu secara objektif berlawanan satu sama pautan. Telah tersedia tiga unsur dalam teori kelas yang dirundingkan Karl Marx. Pertama, besarnya peran ronde struktural dibandingkan ronde kesadaran dan moralitas. Pertentangan antara buruh dan pemilik modal bersifat objektif karena kebutuhan mereka ditentukan oleh letak masing-masing dalam babak produksi.Oleh sebab itu, seruan supaya masing-masing pihak bisa menyilakan duduk konflik secara musyawarah tak bisa dilakukan. Kedua, kebutuhan kelas pemilik modal dan buruh secara objektif sudah bertentangan. Hal ini menyebabkan masing-masing pihak mengambil sikap yang berlainan terhadap perubahan sosial. Kaum pemilik modal bersikap konservatif, sedangkan kaum buruh bersikap revolusioner. Pemilik modal sebisa mungkin mempertahankan status quo, sedangkan buruh mempunyai kebutuhan untuk melaksanakan perubahan. Ketiga, kemajuan dalam yang dibangun warga hanya bisa dicapai melewati revolusi. Kelas bawah mempunyai kebutuhan untuk melawan dan menggulingkan kelas atas. Sebaliknya, kelas atas berupaya mempertahankan kekuasaanya. Oleh sebab itu, perubahan sistem sosial hanya bisa dilakukan dengan jalan kekerasan, melewati revolusi.

Pergerakan Mahasiswa islam Indonesia dalam konteks ini mulai sejak berdirinya secara historis dalam bidang pendidikan, ekonomi dan politik dengan keikutsertaannya membangun bangsa ini sejak 1960an sangat memiliki peran penting dalam porosnya, poros yang saya maksut adalah dalam lingkaran perjuangan kaum terdidik, penyambung lidah masyarakat, dan masyarakat sipil yang aktif menyuarakan kegelisahan masyarakat yang ditimbulkan dari kebijakan birokrat dan tidak pro terhadap masyarakat. Spirit pergerakan dan perjuangan yang berdasarkan kepada landasan ideologis organisasi adalah keperdulian kita terhadap sesama manusia dengan tidak mengenyampingkan tujuan hidup sebagai kaum nahdiyyin yaitu Rahmatan Lilalamin.

Landasan historis yang perlu juga saya sampaikan sebagai generasi muda penerus bangsa dan tentunya tetap dalam jalan para pendiri organisasi serta pendahulu organisasi yang sering kita sebut sebagai senior, maka dari itu penting kita menjaga budaya silaturohim untuk mendapatkan wejangan historis bagaimana kemudian kita sebagai regenerasi organisasi yang terbebntuk dari system kaderisasi mulai dari tatanan pengurus pusat sampai dengan basis. Itu semua dilakukan demi terstrukturnya gerakan-gerakan yang akan kita inisiasi dan kita bangun dalam menjaga ukhuwah wathaniah yanang memiliki sikap saling bersaudara satu sama lain karena merupakan dari bangsa yang satu sesuai dengan asas negara pula yaitu Bhineka Tunggal Ika. Tak lupa juga perlu kita refleksikan bersama setiap saat apa sebenarnya cita-cita organisasasi yang perlu kita implementasikan sebagai kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia.

*)Penulis: Moh Sa’i Yusuf, Calon Ketua PKC PMII Jawa Timur

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi Wartacakrawala.com

*)Opini di Wartacakrawala.com terbuka untuk umum

*)Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim

Total
1
Shares
1 Share
0 Tweet
0 Share
0 Share
0 Share
0 Share
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post
Satgas Pangan Polres Malang bersama Dinas Perindustrian Perdagangan Kabupaten Malang dan Anggota Kodim 0818 Malang-Batu pantau pendistribusian minyak goreng curah subsidi

Satgas Pangan Polres Malang Tinjau Distribusi Minyak Goreng Curah Subsudi

Next Post
Ilustrasi jauhi kebiasaan meletakkan handphone di tempat tempat ini / today line.me

Jauhi Kebiasaan Meletakkan Handphone pada 4 Tempat Ini, Bahaya

Related Posts
Total
1
Share