Vivo Y400
📖 Daftar Isi
Spesifikasi Lengkap Vivo Y400
Vivo Y400 5G resmi hadir di Indonesia pada Agustus 2025 sebagai penerus lini Y Series yang dikenal kuat di segmen menengah. Smartphone ini diposisikan di kelas harga Rp3 jutaan, bersaing ketat dengan berbagai brand yang menawarkan performa kencang dan layar refresh rate tinggi.
Dari pengalaman kami menggunakan perangkat ini selama lebih dari satu minggu sebagai daily driver, ada tiga keunggulan utama yang langsung terasa. Pertama, layar AMOLED 120Hz yang cerah dan responsif. Kedua, kamera utama 64MP dengan OIS yang cukup stabil untuk kelasnya. Ketiga, performa Dimensity 7050 yang sudah mendukung 5G dan cukup stabil untuk gaming kasual hingga menengah.
Vivo Y400 5G cocok untuk pengguna muda, mahasiswa, pekerja kantoran, maupun content creator pemula yang butuh HP dengan desain stylish, kamera mumpuni, dan baterai tahan lama tanpa harus masuk ke kelas flagship.
Desain dan Build Quality
Secara desain, Vivo Y400 5G masih mempertahankan DNA minimalis khas Vivo. Bagian belakang menggunakan material polikarbonat dengan finishing matte yang tidak mudah meninggalkan sidik jari. Frame-nya juga berbahan plastik, namun terasa solid dan tidak ringkih.
Dimensinya 164.2 x 75.8 x 8.1 mm dengan bobot 190 gram. Di tangan, HP ini terasa cukup tipis dan nyaman untuk penggunaan satu tangan meski layarnya besar. Distribusi beratnya seimbang, sehingga tidak terasa berat di bagian atas.
Pilihan warna Midnight Black, Ocean Blue, dan Sunrise Gold memberikan kesan elegan sekaligus fresh. Unit yang kami uji adalah varian Ocean Blue dengan efek gradasi halus saat terkena cahaya. Untuk ketahanan, layarnya dilapisi Schott Xensation Glass yang cukup tangguh terhadap goresan ringan. Meski belum memiliki sertifikasi IP rating resmi, Vivo mengklaim perangkat ini memiliki perlindungan terhadap percikan air ringan.
Layar

Salah satu daya tarik utama Vivo Y400 5G adalah layar AMOLED 6,67 inci beresolusi Full HD+ (1080 x 2400 piksel). Dengan refresh rate 120Hz, pengalaman scrolling media sosial dan browsing terasa sangat mulus.
Tingkat kecerahannya mencapai sekitar 1.200 nits peak brightness, sehingga masih nyaman digunakan di luar ruangan. Warna yang dihasilkan khas AMOLED: kontras tinggi, hitam pekat, dan saturasi warna yang hidup. Untuk menonton Netflix atau YouTube, detail gambar terlihat tajam dan imersif.
Saat bermain game, refresh rate tinggi ini sangat membantu, terutama pada game kompetitif yang mendukung frame rate tinggi. Perlindungan Schott Xensation Glass juga memberi rasa aman tambahan saat penggunaan harian tanpa tempered glass.
Performa dan Hardware
Vivo Y400 5G ditenagai MediaTek Dimensity 7050, chipset 6nm yang sudah cukup populer di kelas menengah. CPU octa-core dengan dua core Cortex-A78 2.6 GHz membuat performanya terasa responsif untuk multitasking.
Berdasarkan pengujian internal dan referensi performa chipset serupa, skor AnTuTu-nya berada di kisaran 580.000–620.000 poin. Di Geekbench, skor single-core sekitar 900-an dan multi-core di atas 2.300. Angka ini realistis untuk penggunaan harian dan gaming menengah.
Dalam pemakaian nyata, membuka banyak aplikasi seperti WhatsApp, Instagram, Google Maps, dan Chrome secara bersamaan tidak menimbulkan lag berarti, terutama pada varian 8GB RAM. Untuk gaming, Mobile Legends bisa berjalan di setting High–Ultra dengan frame rate stabil. PUBG Mobile lancar di setting Smooth–Ultra, sementara Genshin Impact masih playable di setting Low–Medium dengan frame rate stabil di 30 fps.
Kamera
Vivo Y400 5G dibekali kamera utama 64MP (wide) dengan OIS dan satu kamera depth 2MP. Meski konfigurasi terlihat sederhana, kualitas foto utamanya cukup memuaskan di kelas harga Rp3 jutaan.
Pada kondisi cahaya cukup, hasil foto tajam dengan detail yang baik. Dynamic range cukup luas, dan HDR bekerja efektif menyeimbangkan area terang dan gelap. Warna yang dihasilkan cenderung natural dengan sedikit sentuhan vivid khas Vivo.
Saat malam hari, OIS membantu mengurangi blur akibat tangan goyang. Mode Night menghasilkan foto yang lebih terang tanpa terlalu banyak noise. Meski tidak setara flagship, hasilnya sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan media sosial.
Kamera depan 16MP mampu menghasilkan selfie dengan detail yang baik dan warna kulit yang cukup natural. Fitur AI Beautification tersedia namun bisa diatur agar tidak berlebihan. Untuk perekaman video, kamera belakang mendukung hingga 4K 30fps, sementara kamera depan maksimal 1080p 30fps. Bagi content creator pemula, kombinasi OIS dan resolusi 4K ini cukup menarik untuk vlogging ringan.
Baterai dan Pengisian Daya
Vivo Y400 5G dibekali baterai 5.000 mAh yang dalam pengujian kami mampu bertahan seharian penuh dengan screen-on time sekitar 7–8 jam untuk penggunaan campuran (media sosial, streaming, dan gaming ringan).
Teknologi 44W FlashCharge memungkinkan pengisian dari 0–50% dalam waktu sekitar 30 menit. Pengisian penuh membutuhkan waktu sekitar 65–70 menit. Untuk kelasnya, ini sudah cukup cepat meski belum menyentuh angka 60W ke atas.
Belum tersedia wireless charging maupun reverse charging, namun itu memang wajar di segmen harga ini.
Software dan Fitur Tambahan
Vivo Y400 5G menjalankan Android 15 dengan Funtouch OS 15. Antarmukanya bersih, relatif ringan, dan sudah mendukung fitur kustomisasi yang cukup lengkap seperti Always-On Display, Dynamic Effects, dan Ultra Game Mode.
Fitur keamanan mencakup fingerprint under-display dan face unlock yang responsif. Sensor yang tersedia antara lain accelerometer, gyroscope, proximity, compass, dan NFC. Kehadiran NFC menjadi nilai tambah untuk transaksi digital dan cek saldo e-money.
Konektivitasnya sudah lengkap: 5G, Wi-Fi dual band, Bluetooth 5.2, dan USB-C. Sayangnya, tidak tersedia infrared blaster dan jack audio 3.5mm.
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan:
- Layar AMOLED 120Hz cerah dan tajam
- Kamera 64MP dengan OIS
- Performa stabil untuk gaming menengah
- Baterai 5.000 mAh awet
- Sudah mendukung 5G dan NFC
Kekurangan:
- Tidak ada ultra-wide camera
- Tidak ada jack audio 3.5mm
- Tanpa sertifikasi IP resmi
Perbandingan dengan Kompetitor
Di kelas harga Rp3 jutaan, Vivo Y400 5G bersaing dengan Samsung Galaxy A25 5G dan Xiaomi Redmi Note 13 5G.
Samsung Galaxy A25 5G menawarkan layar Super AMOLED 120Hz dan dukungan software update yang biasanya lebih panjang. Namun, desainnya lebih tebal dan pengisian dayanya hanya 25W.
Redmi Note 13 5G unggul di desain tipis dan harga yang sedikit lebih murah. Namun, dalam pengujian kamera malam, OIS pada Vivo Y400 memberikan hasil yang lebih stabil.
Secara keseluruhan, Vivo Y400 5G berada di tengah: tidak paling murah, tidak paling kencang, tetapi menawarkan paket seimbang antara layar, kamera, dan performa.
Akhir Kata dan Rekomendasi
Vivo Y400 5G adalah smartphone kelas menengah yang menawarkan pengalaman seimbang. Layar AMOLED 120Hz, kamera 64MP OIS, serta baterai 5.000 mAh menjadi kombinasi menarik untuk pengguna aktif.
HP ini cocok untuk pelajar, mahasiswa, pekerja, dan gamer kasual yang ingin perangkat stylish dengan performa stabil dan kamera mumpuni. Dengan harga Rp3.499.000, kami memberikan skor akhir 8.5/10.
Untuk alternatif lain, Anda juga bisa membaca review Samsung dan Xiaomi terbaru di Wartacakrawala.com.
FAQ – Seputar Vivo Y400 5G
Q: Apakah Vivo Y400 5G sudah mendukung jaringan 5G di Indonesia?
A: Ya, Vivo Y400 5G sudah mendukung jaringan 5G SA/NSA dan kompatibel dengan beberapa band 5G yang digunakan operator di Indonesia.
Q: Apakah Vivo Y400 5G cocok untuk gaming?
A: Cocok untuk gaming menengah seperti Mobile Legends dan PUBG Mobile dengan setting tinggi. Untuk game berat seperti Genshin Impact, disarankan setting menengah ke bawah.
Q: Apakah Vivo Y400 5G memiliki NFC?
A: Ya, perangkat ini sudah dilengkapi fitur NFC untuk transaksi digital dan cek saldo e-money.
Q: Berapa lama baterai Vivo Y400 5G bertahan?
A: Dalam penggunaan normal, baterai 5.000 mAh mampu bertahan hingga seharian penuh dengan screen-on time sekitar 7–8 jam.
Q: Apakah Vivo Y400 5G tahan air?
A: Tidak memiliki sertifikasi IP resmi, namun memiliki perlindungan terhadap percikan air ringan.


