Wartacakrawala.com – Protokol kesehatan yang dijalankan seraca konsisten dan tepat disertai dengan strategi pencegahan yang tepat, dapat berpontensi kesehatan di era new normal yang harus diterapkan adalah menggunakan masker kain maupun masker medis.
Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), masker kain tentunya berbeda dengan masker bedah ataupun respirator. Masker kain direkomendasikan karena dapat berfungsi sebagai penghalang untuk mencegah tetesan pernapasan saat batuk, bersin, dan berbicara.
Orang dewasa dan anak-anak wajib menggunakan masker, namun orang tua perlu memperhatikan kebutuhan masker untuk anak sesuai usai mereka.
Menganjurkan agar masker digunakan sesuai pendekatan berbasis risiko, begaian dari rangkaian lengkap intervensi kesehatan masyarakat yang dapat mengcegah dan mengendalikan transmisi penyesuaian penyakit saluran pernafasan akibat virus, termasuk COVID-19.
Baca juga: Peduli Banjir, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Bantu Bersihkan Rumah Warga
Permasalahan tersebut dilakukan oleh Shanti Ademaharani seorang mahasiswa KKN MID DR 11 UIN Walisongo memahami kejadian tersebut, mengingat kasus COVID 19 yang semakin meluas dan mengamcam keselamatan anak-anak.
Ia berinisiatif untuk memberikan edukasi dan membagikan masker gratis untuk anak-anak desa Sumberrahayu, Limbangan, Kendal. Dengan adanya itu anak-anak dibiasakan untuk menggunakan masker di kesehariannya.
“Mematuhi Langkah-langkah lain seperti menjaga jarak fisik, membersihkan tangan, mengjalankan etika bersin dan batuk, serta, serta menyediakan ventilasi yang memadai yang memadai di lingkungan dalam ruangan penting untuk mengurangi penyebaran virus COVID-19,” ujarnya.