Musik sebagai Media Pengekspresian Emosi

Shofy Maulidya Fatihah
Musik dan emosi / Getty images
Musik dan emosi / Getty images

Wartacakrawala.com – Musik sudah menjadi bagian di dalam kehidupan sehari-hari pada setiap individu. Kita bisa mendengarkan musik dimanapun dan ketika sedang melakukan aktivitas. Musik mempunyai melodi dan memungkinkan individu ketika mendengar instrumen bersenandung.

Saat ini musik sudah mengalami perkembangan mulai dari klasik sampai musik pop. Mendengarkan musik dapat memberikan manfaat seperti dapat meningkatkan intelegensi seseorang, dapat menyegarkan pikiran ketika pikiran sedang kacau, menimbulkan semangat dalam beraktivitas.

Musik merupakan sebuah materi budaya yang dilengkapi dengan kekuatan afektif yang digunakan dalam konstruksi sosial (Djohan, 2009:108). Musik dapat mempengaruhi emosi seseorang secara tidak langsung hanya dengan melalui metode mendengarkan.

Bentuk emosi yang disalurkan menyesuaikan dengan jenis musik apa yang di dengar, misalnya bahagia atau bahkan menguras air mata. Secara tidak langsung, musik dapat digunakan sebagai salah satu metode terapi untuk penyaluran atau peng-eskpresian emosi.

Baca juga: Seberapa Pentingkah Kepribadian dalam Menghadapi Dunia Kerja?

Menurut Simpson dkk (2007) terdapat dua jenis emosi yang dapat diekspresikan seseorang, yaitu emosi positif dan emosi negatif. Emosi positif merupakan kemampuan individu untuk mengungkapkan apa yang sedang dirasakan, dan membiarkan orang lain untuk mengetahuinya. Individu dengan emosi ini memiliki ciri-ciri, seperti responsif dan memiliki kesedia-an menjadi pendengar terhadap perasaan yang diungkapkan orang lain.

Sedangkan emosi negatif merupakan kemampuan individu dalam menampilkan bentuk emosi yang dirasakan (emosi positif atau negatif) melalui cara yang disfungsional, seperti merusak dan menyakiti diri sendiri atau orang lain. Jenis musik apa saja dapat menstimulasi emosi seseorang termasuk di dalamnya musik hardcore dan klasik.

Sebagaimana penelitian yang dilakukan oleh Sciendaily (2007) (dalam Dharmasasmitha & Nugrahaeni, 2017:6) menyebutkan bahwa penggemar musik keras (hardcore) mampu meredam emosi negatif, dan lebih mampu meng-ekspresikan apa yang dirasakannya.

Hasil penelitian lain yang dilakukan oleh Labbé, Schmidt, Babin, & Pharr (2007) menunjukkan hasil yang berbeda, dimana ketika seseorang mendengarkan musik klasik setelah terpapar stressor, secara signifikan menurunkan emosi negatif dan arousal fisiologis jika dibandingkan dengan mendengarkan musik metal ataupun hanya duduk dalam kesunyian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post
Ilustrasi pengaruh kepribadian dalam dunia kerja / freepik

Seberapa Pentingkah Kepribadian dalam Menghadapi Dunia Kerja?

Next Post
Perampokan Rumah Dinas Wali Kota Blitar

Koran Online: Perampokan Rumah Dinas Wali Kota Blitar

Related Posts