Tantangan Media Cetak di Era Media Online

Avatar
Safira Ulayya, Mahasiswa Prodi Akuntansi, Universitas Muhammadiyah Malang

Wartacakrawala.com – Berdasarkan hasil riset yang dikeluarkan oleh Perusahaan informasi dan pengukuran global Nielsel, pembaca media online digital di Indonesia lebih banyak daripada pembaca media cetak.

Jumlah pembeli koran saat ini juga menurun karena mereka beranggapan bahwa lebih efektif memakai koran digital disbanding membeli koran cetak.

Saat ini masyarakat juga cenderung dapat membaca koran dimana saja. Contohnya bisa membaca di kantor, sekolah, perpustakaan sehingga mereka tidak perlu mnegeluarkan biayak lagi.

Media cetak yang berkembang pada masyrakat contohnya adalah majalah, koran, booklet dan brosur, dan yang lainnya. Tetapi pada era digital saat ini ternyata justru mendatangkan malapetaka bagi media cetak.

Seperti pakar komunikasi terkenal, Philip Meyer menyebut, koran pada 2044 akan berhenti cetak. Hal ini bisa jadi kenyataan jika tidak ada inovasi baru dari pimpinan koran untuk menyikapi perkembangan yang ada (Nurdin, 2009).

Baca juga: Potensi Alam Desa untuk Wujudkan Pengembangan Desa Maju

Seperti yang kita lihat, di Indonesia sendiri banya media cetak yang sudah menghentikan penerbitanya, contohnya adalah Sinar Harapan, Harian Bola, Jakarta Globe, dan mungkin masih banyak lagi.

Data survei yang dikeluarkan pada tahun 2020 adalah jumlah pemabaca di media online sebanyak 6 juta orang, sedangkan pembaca pedia cetak hanya sebanyak 4,5 juta orang.

Dimana urutanya adalah, pada angka teratas ditempati televisi dengan angka 96%, disusul oleh papan iklan di jalanan sebnayak 52%, serta penggunaan internet sebesar 43% dan radio sebanyak 37%.

Adanya ancaman terhadap media cetak pada era digital yang makin berkembang pesat ini memang sudah tidak bisa dipungkiri. Untuk menghadapi era saat ini, media-media memang harus aktif melakukan riset dan evaluasi agar tidak tertinggal.

Agar dapat terus bertahan, media cetak haris berusaha menjaga integritas serta kepercayaan tentang berita yg dipublikasikan. Media cetak juga harus mempertahankan ciri khasnya dalam menyajikan suatu berita.

Sebab sejatinya media ceta bukan hanya sekedar kertas yg dibaca, tetapi memiliki kekuatan dan nilai pada tiap tulisanya. (*)

*)Penulis : Safira Ulayya, Mahasiswa Prodi Akuntansi, Universitas Muhammadiyah Malang

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi Wartacakrawala.com

*)Opini di Wartacakrawala.com terbuka untuk umum

*)Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim

Total
1
Shares
1 Share
0 Tweet
0 Share
0 Share
0 Share
0 Share
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Potensi Alam Desa untuk Wujudkan Pengembangan Desa Maju

Next Post

Muda Berprestasi, Pemuda Asal Gedangan Dinobatkan Jadi Duta Pemuda Kabupaten Malang

Related Posts

Total
1
Share